Lilypie Kids birthday PicLilypie Kids birthday Ticker
Google

Welcome Note

This site/blog will tell the world more about my lovely son, named Agus Surya Yoewira or Yoe Wen Yang (his Chinese name). Beside uploading his photos and stories, I will also quote nice, spiritual and touching stories or articles from other resources. Hope this site/blog will be inspiring and useful for other moms in this world.
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)

MY OATH TO YOU

When you are sad, ………………. I will dry your tears
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.


FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Surya's reply :-D

Every love that you've been given to me
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......

LOVE YOU, MOMMY.... !!!

Surya's Slide Show! (new born until 2 years old)

Pohon apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.

Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.

“Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.

“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
“Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.
”Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya dating.

“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?”
“Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.

Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira.

Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.

“Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.
“Aku sedih,” kata anak lelaki itu. “Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.

“Maaf anakku,” kata pohon apel itu.“Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.
“Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”
“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”

Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya

Ayam dan Sapi

“Kenapa sih”, kata seorang kaya pada pelayannya, “Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan?”

“Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi,” jawab pelayannya.

“Sapi begitu populer, sedangkan sang ayam tidak sama sekali. Hal ini sangat mengherankan sang ayam. ‘Orang-orang berkata begitu manis tentang kelemah-lembutan dan matamu yang begitu memancarkan penderitaan’, kata ayam pada sapi.

‘Mereka mengira kamu begitu murah hati, karena tiap hari kamu memberi mereka krim dan susu. Tapi bagaimana dengan aku? Aku memberikan semua yang aku punya. Aku memberikan daging ayam. Aku memberikan bulu-buluku. Bahkan mereka memasak dan membuat sup dengan kakiku untuk kaldu. Tidak ada yang seperti itu. Kenapa sih kok bisa begitu ?’”

“Apakah anda tahu apa jawaban sang sapi?”, kata pelayan.

Sang sapi berkata, “Mungkin karena aku memberikannya sewaktu aku masih hidup.”

Ayam hanya menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Sang Sapi…..

Dongeng: anak kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. “Anakku,” kata sang ibu sambil bercucuran air mata, “Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.”

Si ibu terdiam, sejenak, “Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat”, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.

Penderitaannya berubah menjadi mutiara, air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Sumber: unknown

Wortel, Telur dan Kopi

Seorang anak perempuan mengeluh pada sang ayah tentang kehidupannya yang sangat berat. Ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukan dan bermaksud untuk menyerah. Ia merasa capai untuk terus berjuang dan berjuang. Bila satu persoalan telah teratasi, maka persoalan yang lain muncul. Lalu, ayahnya yang seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga panci dengan air kemudian menaruh ketiganya di atas api. Segera air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama dimasukkannya beberapa wortel Ke dalam panci kedua dimasukkannya beberapa butir telur. Dan, pada panci terakhir dimasukkannya biji-biji kopi. Lalu dibiarkannya ketiga panci itu beberapa saat tanpa berkata sepatah kata.
 
Sang anak perempuan mengatupkan mulutnya dan menunggu dengan tidak sabar. Ia keheranan melihat apa yang dikerjakan ayahnya. Setelah sekitar dua puluh menit, ayahnya mematikan kompor. Diambilnya wortel-wortel dan diletakkannya dalam mangkok. Diambilnya pula telur-telur dan ditaruhnya di dalam mangkok. Kemudian dituangkannya juga kopi ke dalam cangkir. Segera sesudah itu ia berbalik kepada putrinya, dan bertanya: “Sayangku, apa yang kaulihat?” “Wortel, telur, dan kopi,” jawab anaknya.
 
Sang ayah membawa anaknya mendekat dan memintanya meraba wortel. Ia melakukannya dan mendapati wortel-wortel itu terasa lembut. Kemudian sang ayah meminta anaknya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah mengupas kulitnya si anak mendapatkan telur matang yang keras. Yang terakhir sang ayah meminta anaknya menghirup kopi. Ia tersenyum saat mencium aroma kopi yang harum. Dengan rendah hati ia bertanya “Apa artinya, bapa?” Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda telah merasakan penderitaan yang sama, yakni air yang mendidih, tetapi reaksi masing-masing berbeda. Wortel yang kuat, keras, dan tegar, ternyata setelah dimasak dalam air mendidih menjadi lembut dan lemah. Telur yang rapuh, hanya memiliki kulit luar tipis yang melindungi cairan di dalamnya. Namun setelah dimasak dalam air mendidih, cairan yang di dalam itu menjadi keras. Sedangkan biji-biji kopi sangat unik. Setelah dimasak dalam air mendidih, kopi itu mengubah air tawar menjadi enak.
 
“Yang mana engkau, anakku?” sang ayah bertanya.
“Ketika penderitaan mengetuk pintu hidupmu, bagaimana reaksimu? Apakah engkau wortel, telur, atau kopi?”
 
Bagaimana dengan ANDA, sobat?
 
Apakah Anda seperti sebuah wortel, yang kelihatan keras, tetapi saat berhadapan dengan kepedihan dan penderitaan menjadi lembek, lemah, dan kehilangan kekuatan?
 
Apakah Anda seperti telur, yang mulanya berhati penurut? Apakah engkau tadinya berjiwa lembut, tetapi setelah terjadi kematian, perpecahan, perceraian, atau pemecatan, Anda menjadi keras dan kepala batu? Kulit luar Anda memang tetap sama, tetapi apakah Anda menjadi pahit, tegar hati,serta kepala batu?
 
Atau apakah Anda seperti biji kopi? Kopi mengubah air panas, hal yang membawa kepedihan itu, bahkan pada saat puncaknya ketika mencapai 100 C. Ketika air menjadi panas, rasanya justru menjadi lebih enak. Apabila Anda seperti biji kopi, maka ketika segala hal seolah-olah dalam keadaan yang terburuk sekalipun Anda dapat menjadi lebih baik dan juga membuat suasana di sekitar Anda menjadi lebih baik.
 
Bagaimana cara Anda menghadapi penderitaan? Apakah seperti wortel, telur, atau biji kopi?
 
Sumber: unknown

Hepi beltsdei mama

01 March 2011

Pagi-pagi Surya memberikan ucapan Selamat Ultah ke mama tetapi suaranya pelan2 gitu, hehe... lucu juga Surya dpt bocoran dari papa.

Di ultah mama, ke2 anak mama lagi sakit semua, sakit batuk pilek. Yang Surya sampai dibawa ke dokter umum, kalau meme masih dibawa ke dokter anak di dekat rumah. Kapan gitu anak2 mama menjadi anak yang sehat, masak sakit terus. Sembuh/enakan sekitar 2 minggu, ntar sakit lagi, sakit nya kadang bergantian/saling menulari.

Oh ya Surya sekarang udah les Bahasa Inggris di EF, baru 2 kali pertemuan. Surya diantar Sus naik taxi, ntar pulang nya dijemput papa. Mama leskan Surya ketimbang di rumah tidak ada kegiatan dan tidak ada yang ngajari, harapan mama semoga Surya bisa mengerti dan berbicara dlm bhs Inggris dengan sempurna.

Kalau perkembangan Luna, sekarang giginya udah mulai tumbuh semua (jumlah 12 pcs), sedangkan gigi Surya udah abis, gripis2 dan berwarna hitam... hiii takut juga ngeliatnya tp papanya tidak mau bawa Surya ke dokter gigi tuh. Luna udah pinter ngomong, walaupun diambil belakangnya dan udah mulai menunjukkan genitnya. Bisa bawa tas dan suka nya bergaya di depan cermin. Kalau ada lagu kartun kesukaan dia/film favoritnya spt pocoyo atau lagu2, Luna akan bergoyang / menari.... Setiap mama pulang kerja, Luna selalu minta gendong mama, kadang ngajak main atau ngajak ke tempat telpon. Sepertinya dia tahu kalau siang kadang mama nya telpon. Kalau udah pegang telpon, diletakan di telinga dan ngoceh2 sendiri :P

Yang lucu lagi, sekarang Luna gak mau didadahi, musti nangis, padahal pas kecilnya mau dadah/kiss bye. Luna dah mengerti kalau dadah berarti ditinggal dan dia kesepian di rmh sendirian. Surya sekolah dari Pk 07.00 sd Pk 11.00.

Oh ya berat Surya sekarang 18.5 kg, sementara Luna 11.5 kg... mama doakan kalian berdua segera sembuh dan beratnya naik lagi, masak kurus2 gitu, hehe....

Bahaya Meneriaki Anak Anda

Oleh: Good Housekeeping Team Mom –

Jika Anda meneriaki anak Anda, lalu menyesal setelahnya, ini saran buat Anda.

Saya, suami dan dua anak kami sedang menikmati liburan santai di Hawaii. Kami sedang berkendara di mobil melalui jalan berliku (dan berbahaya) dan menuju Hana. Saat kami sedang melihat betapa indahnya tebing dan pantai, peristiwa itu tiba-tiba terjadi; tanpa alasan jelas, anak laki-laki kami yang berusia 5 tahun melempar botol air ke arah suami.

Botol itu mengenai kaca dan membuat suara keras. Hanya keajaiban yang membuat kami tidak menabrak sesuatu — meski kami sempat kehilangan kendali. Saya dan suami sontak memarahi, berteriak dan mengancam.

"Kenapa kamu melakukan itu? Apa kamu tidak tahu kalau itu amat berbahaya? Kita sedang menikmati liburan, dan kamu melempar botol air tanpa alasan?" Lagi dan lagi kami memarahinya — melebihi apa yang sepantasnya diterima anak TK.

Air mata mulai mengalir di pipi anak saya. Bibirnya gemetar, dan ia mulai menangis. Kami pun menenangkan diri dan melanjutkan perjalanan, dan saya mencoba melupakan semua kejadian tersebut.

Beberapa minggu kemudian, saya memutar ulang video liburan kami di Hawaii. Ternyata insiden pelemparan botol air itu tidak sengaja terekam kamera (yang saya lupa matikan). Tanpa gambar, saya bisa mendengarkan diri saya sendiri sedang meneriaki anak kami dan mempermalukannya.

Saya mencoba menahan air mata. Bagaimana saya bisa berlaku seperti itu di depan anak saya sendiri, anak saya? Saya mungkin rekaman suara di kamera video, tapi tidak akan pernah bisa menghapus kejadian tersebut dari ingatan.

Suka atau tidak, sebagian orang tua mengamuk di depan anak kesayangan mereka. Kadang kemarahan itu ditujukan pada anak, kadang juga tidak. Tapi itu bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Untungnya, ada cara sederhana yang bisa diambil untuk memperbaiki keadaan:

Harga dari sebuah kemarahan

Pertama, ingatlah mengamuk di depan anak bukan cara tepat menjadi orang tua. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pada kejiwaan mereka, ujar ahli psikologi Matthew McKay, Ph.D, profesor dari Wright University di Berkeley, California, dan penulis “When Anger Hurt Your Kids”.

"Studi yang ada menunjukkan bahwa orangtua yang menunjukkan kemarahan di depan anaknya akan membuat anak tersebut menjadi kurang empatik, kata McKay.

Anak tersebut akan menjadi agresif dan mudah depresi dibandingkan anak yang berasal dari keluarga yang tenang, dan memiliki performa yang kurang baik di sekolah. Kemarahan dapat mengurangi kemampuan anak untuk beradaptasi dengan dunia, ujar McKay.

Semakin muda usia anak tersebut, maka semakin besar dampaknya. "Ketika anak masih kecil, Anda adalah dunianya," ujar psikolog Robert Puff, Ph.D, penulis “Anger Work: How to Express Your Anger and Still Be Kind”. "Ketika Anda marah, dunia mereka terguncang. Saat mereka tumbuh dewasa. mereka punya teman, dan orang lain dalam hidup mereka, dan hal itu akan mengurangi efeknya."

Satu lagi yang harus diperhatikan: Kemarahan tanpa kata-kata pada umumnya tidak akan membuat efek sebesar kemarahan biasa, ujar McKay.

Anak itu sebenarnya bisa belajar pelajaran penting dari melihat Anda marah sampai menenangkan diri. "Hal itu akan menunjukan pada anak bahwa kita semua bisa marah, tapi yang terpenting adalah memperbaiki keadaan sesudahnya," ujar McKay. Ini adalah langkah untuk melakukannya.

Ketika Anda meneriaki anak

Ketika Jennifer dari Huntington Beach, California, pergi ke Disneyland dengan tiga anaknya, dia tidak sadar "tempat paling bahagia di Bumi" akan menjadi salah satu lokasi momen paling buruknya sebagai orangtua. "Waktu itu hari sangat panas dan ramai" ujar Jennifer. "Dua anak saya menderita penyakit paru-paru dan bisa menggunakan kartu khusus untuk menghindari antrean. Tapi anak saya yang berusia 13 tahun menghilangkan kartunya. Tiba-tiba saya meneriakinya, setelah itu anak saya mulai menangis. Semua orang yang ada di sekitar melihat saya dengan jijik. Saya terus meminta maaf. Air mata saya juga mulai mengalir karena telah melukainya."

Studi University of New Hampshire menemukan, 90 persen orangtua mengakui pernah memarahi anaknya pada usia 2-12 tahun, dalam periode satu tahun (10 persen lagi pasti malaikat atau punya ingatan yang buruk).

Untuk menghindari meneriaki anak, kami berikan beberapa tips: Saat Anda marah bayangkan anak Anda sebagai bayi, ujar Dr. Sandra P Thomas, profesor dari University of Tennessee, Knoxville, dan penulis dari “Use Your Anger: A Woman's Guide to Empowerment”.

"Anak yang lebih tua dan remaja memang tidak selucu bayi, dan kadang mereka menyebalkan," ujarnya. "Ketika Anda marah, ingatlah mereka sebagai bayi, hal itu akan membantu Anda."

"Jika Anda bisa, istirahatlah sebentar, dan pergilah ke ruang sebelah meski hanya satu atau dua menit" ujar Laura J. Petracek, Ph.D., penulis “The Anger Workbook for Women”.

Jika Anda terlanjur marah, hal yang paling penting adalah memperbaikinya. Jangan tergoda untuk menyalahkan anak Anda karena memicu amarah. "Katakan, aku sangat kecewa pada kecerobohanmu, tapi aku seharusnya tidak berteriak seperti itu, aku minta maaf." ujar Thomas. Berjanjilah Anda tidak akan melakukannya lagi, hibur anak Anda seperlunya.


Ketika Anda bertengkar dengan pasangan

Angie dari Seattle mengatakan hidupnya penuh tekanan sejak suaminya kehilangan pekerjaan dan mereka sering bertengkar di depan anak mereka yang berumur tiga tahun, Lexi.

"Semalam saya memarahi suami karena tidak membersihkan rumah," ujarnya. "Lexi datang dan menarik baju saya sambil berkata, 'Ayah jangan dimarahi', mata Lexi terlihat sangat ketakutan. Kami akhirnya berhenti bertengkar dan mencoba meyakinkannya, bahwa ayah dan ibunya masih saling mencintai, tapi saya tidak tahu apakah Lexi percaya."

Anak bisa sangat terpukul jika melihat orang tuanya bertengkar, ujar Charles Spielberger, Ph.D., psikolog yang mempunyai spesialisasi dalam studi kemarahan di University of South Florida. Sangat penting untuk segera memperbaiki keadaan.

Tidak usah menjelaskan keadaan dengan membacakan daftar cucian yang tidak dikerjakan pasangan Anda, hal itu hanya akan membuat anak stres. "Lebih baik katakan seperti ini: 'Saya sangat marah dengan ayahmu tadi, kami telah membicarakannya dan sedang memperbaikinya, orang tinggal bersama kadang bisa marah, maaf telah berteriak, kami masih saling menyayangi.'"

Jika bisa, katakan apa yang akan Anda lakukan lain kali, ujar Jerry Deffenbacher, Ph.D., profesor psikologi di Colorado State University, yang mempelajari masalah kemarahan. Hal itu akan membuat anak belajar dari pengalaman, contohnya: "Saya marah pada ayahmu karena menghanguskan roti, tapi saya minta maaf, harusnya saya tidak berteriak seperti itu. Lain kali kami akan menggunakan timer di dapur saat menyalakan oven."

Jangan berkomentar terlalu banyak. Menjelaskan terlalu banyak akan membuat anak Anda seperti terapis atau mediator. Jangan melibatkan anak terlalu jauh.

Ketika bertengkar dengan orang asing

Saat Fiona dari Detroit memasang sabuk pengaman untuk anaknya setelah kembali dari toko roti, seorang pengemudi yang lebih tua darinya berhenti di dekatnya dan membunyikan klakson. "Dia berteriak, tutup pintumu!" tanpa memberi peringatan kalau saya menutupi jalannya. Saya langsung berteriak "Apa tidak bisa lihat kalau saya sedang meletakkan bayi di kursi? Dasar $%*#@?!'”

“Anak kembar saya yang duduk di kursi belakang sangat terkejut, dan aku merasa sangat bersalah pada anak saya."

Insting Anda pasti ingin meminta maaf, tapi jangan. Semua orang bisa marah, Anda tidak boleh minta maaf karena kemarahan. (Hal ini penting jika Anda punya anak perempuan — anak perempuan pada usia muda memendam perasaannya).

Lebih baik terangkan apa yang membuat Anda marah. Ujar McKay: "Katakan, 'orang itu melukai perasaan saya dan saya sangat marah.'" Kemudian, mintalah maaf karena cara Anda meluapkan kemarahan. "Pastikan anak tahu makian — atau apa pun yang Anda lakukan itu salah" ujar Thomas.

Mengatasi amarah Anda

Untuk tetap bersabar, ikutilah beberapa aturan dasar berikut:

-Tanyakan pertanyaan yang tepat ketika anak membuat susah dan memicu kemarahan Anda, ikuti saran McKay: Daripada berpikir, mengapa dia melakukan ini pada saya? Fokus pada anak; mungkin ada alasannya. Apa dia lapar, bosan, lelah, atau ingin diperhatikan? Coba penuhi keinginannya dan jangan terbawa emosi.

-Catat kemarahan Anda saat Anda terbawa emosi. "Lihat polanya — jam saat Anda paling marah? Situasinya? ujar Deffenbacher. "Setelah Anda menemukan inti penyebab kemarahan Anda, minta pendapat mengatasinya." Anda bahkan bisa melibatkan anak Anda, katakan: "Saya sangat kesal jika kamu tidak mengerjakan tugasmu, bagaimana supaya membuat situasi ini lebih baik? Dengan membiarkan anak memberi pendapat, Anda mendorong mereka menjadi bagian dari solusi.

-Kurangi pertengkaran rumah tangga, "Pada saat yang tenang, Anda dan pasangan harus setuju untuk mengatasi argumen secara berbeda, ujar Deffenbacher. "Jangan bertengkar di depan anak. Buat kode ketika Anda sangat marah, dan biarkan sinyal itu menjadi tanda kalau Anda ingin membahasnya nanti secara pribadi ketika suasana sudah tenang."

-Katakan emosi Anda dengan jelas, ketika anak atau orang asing membuat Anda marah, katakan "Wow, orang itu memotong jalanku — tidak sopan! Mungkin dia ada keadaan darurat atau tidak melihatku. Apa pun itu dia tidak akan merusak hariku.” ujar Deffenbacher. Dengan melakukan itu, Anda memberi contoh bagaimana mengatasi rasa frustasi sehari-hari. Dan bagaimana mengontrol emosi, sebelum Anda dikontrol emosi.

KEPADA ANAKKU...

Tanganku sibuk sepanjang hari
Aku tak punya waktu luang
Bila kau ajak aku bermain,
Kujawab, “ Ibu tak sempat, Nak!”
Aku mencuci baju, menjahit, memasak,
Semua untukmu.
Tapi bila kautunjukan buku ceritamu,
Atau mengajakku berbagi canda,
Kujawab , “ Sebentar, Sayang.”
Di malam hari kutidurkan kamu
Kudengarkan doamu, kupadamkan lampu
Lalu berjingkat meninggalkanmu
Kalau saja aku tinggal barang satu menit lagi.


Sebab hidup itu singkat, tahun-tahun
Bagai berlari ..
Bocah cilik tumbuh begitu cepat,
Kamu tak lagi berada di sisi Ibu,
Membisikkan rahasia-rahasia kecilmu.
Buku-buku dongengmu entah di mana,
Tak ada lagi ajakan bermain,
Tak ada cium selamat malam,
Tak kudengar lagi doamu,
Semua itu milik masa lalu.
Tanganku, dahulu sibuk, sekarang diam.
Hari-hari terasa panjang membentang.
Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu
Menyambutmu hangat di sisiku
Memberimu waktu dari hatiku !.

Kita melakukan banyak kekeliruan dan kesalahan, tapi kejahatan kita yang utama adalah mengabaikan anak, menyepelekan MATA AIR KEHIDUPAN.
Banyak kebutuhan kita dapat ditunda. Tapi anak TIDAK DAPAT MENUNGGU !!!
Kini saatnya tulang-belulangnya dibentuk, darahnya dibuat, dan nalurinya dikembangkan.
Padanya kita tidak dapat menjawab, “BESOK” , sebab ia dijuluki “ HARI INI “


by GABRIELA MISTRAL (Children winner of NOBEL Prize for Poetry)

Berterimakasihlah

ANAKMU bukan anakmu by Khalil Gibran

ANAKMU bukan anakmu !

Anak adalah kehidupan, mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal darimu.

Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu, curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu karena mereka dikaruniai pikirannya sendiri.

Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya, karena jiwanya milik masa mendatang, yang tak bisa kau datangi bahkan dalam mimpi sekalipun.

Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah menuntut mereka jadi seperti sepertimu.

Sebab kehidupan itu menuju ke depan, dan tidak tenggelam di masa lampau.

Kaulah busur, dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.

Sang Pemanah mahatahu sasaran bidikan keabadian.

Dia menentangmu dengan kekuasaanNya, hingga anak panah itu melesat, jauh serta cepat.

Meliuklah dengan suka cita dalam rentangan tangan Sang Pemanah, sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang melesat laksana kilat sebagaimana pula dikasihi-Nya busur yang mantap.


By Khalil Gibran

Sangat bagus utk direnungkan!

Sepasang suami istri petani pulang ke rumah stlh berbelanja. Seekor tikus memperhatikan makanan apa lagi yg dibawa mereka dari pasar??" Ternyata, salah satu yg dibeli oleh petani ini adlh Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang.

Ia segera berlari menuju kandang, mendatangi ayam & berteriak "ada perangkap tikus". Sang Ayam berkata "Tuan Tikus, Aku turut bersedih, tapi itu tdk berpengaruh padaku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Sang Kambing pun berkata "Aku turut ber simpati, tp tdk ada yg bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tp perangkap tikus tdk berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan & bertemu Ular.

Sang ular berkata "Perangkap Tikus yg kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dgn pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya berbunyi menandakan telah memakan korban. Ketika melihat perangkap tikusnya, ternyata seekor ular berbisa. Buntut ular yg terperangkap membuat ular semakin ganas dan menyerang istri pemilik rumah. Walaupun sang Suami sempat membunuh ular tsb, sang Istri tetap harus di bawa ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian istrinya demam. Ia lalu minta dibuatkan sop ceker ayam oleh suaminya. Dgn segera ia menyembelih ayamnya utk dimasak cekernya. Tetapi sakit sang Istri tak kunjung reda. Seorang teman menyarankan utk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambing utk mengambil hatinya. Istrinya tdk sembuh & akhirnya meninggal dunia. Banyak sekali org datang pd saat pemakaman. Sehingga sang Petani hrs menyembelih sapinya utk memberi makan para pelayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dgn penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tdk digunakan lagi.

SUATU HARI, KETIKA ANDA MENDENGAR SESEORANG DALAM KESULITAN DAN MENGIRA ITU BKN URUSAN ANDA. PIKIRKANLAH SEKALI LAGI !

Mengasah Kapak - Good Reading

Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat.Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya.
Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik.Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.

Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya.Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon.Sang majikan sangat terkesan dan berkata, “Bagus, bekerjalah seperti itu!”
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebangpohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon.
Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon.
Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit.
“Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku”, pikir penebang pohon itu.
Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidakmengerti apa yang terjadi.
“Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?” sang majikan bertanya.
“Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak.
Saya sangat sibuk mengapak pohon,” katanya.

Catatan:
Kehidupan kita sama seperti itu.
Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai
waktu untuk mengasah kapak.
“Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya,tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya.”
Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?
Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras.
Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikanhal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupanpribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.
Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk berpikir danmerenung, untuk belajar dan bertumbuh.
Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak, kita akan tumpul dankehilangan efektifitas.
Jadi mulai dari sekarang, pikirkanlah cara bekerja yang lebih efektif danmenambahkan banyak nilai ke dalamnya.
Salam...

TIGA KELERENG

Pada masa-masa susah di sebuah kota kecil Idaho, saya suka mengunjungi toko kecil di tepi jalan milik Mr Miller yang menyediakan produk segar hasil pertanian. Makanan dan uang cukup langka pada waktu itu... dan jual beli dilakukan dengan cara tukar menukar barang.Satu hari, Mr Miller sedang mengepak kentang-kentang yang saya beli ketika tidak sengaja saya melihat seorang anak yang kecil kurus kelaparan, compang-camping tetapi bersih, nampak sedang memilih-milih kacang polong segar yang baru dipetik di keranjang.

Saya membayar untuk kentang-kentang saya sambil ikut tertarik pada kacang polong tersebut. Saya adalah penjual kentang dan krim kacang. Saat menimbang kacang polong, tanpa sadari, saya ikut mendengarkan pembicaraan mereka.


"Halo Barry, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya si pemilik toko.
'Halo, Mr Miller. Saya baik, terima kasih ya. Saya cuma mengagumi kacang polong ini.... tampak segar dan bagus-bagus"

"Itu memang bagus Barry. Bagaimana dengan ibu kamu? "
"Oh... dia membaik, dan nampak semakin kuat."
"Bagus. Apa ada yang bisa saya bantu? " "Tidak, Sir. saya cuma mengagumi kacang polong ini."
'Apakah kamu ingin beberapa untuk di bawa pulang?" kata Mr Miller.

"Tidak, Sir. Saya tidak ada uang untuk membayar. "
"Jika begitu, apa kamu punya sesuatu sebagai penukar?"

"Saya hanya punya beberapa kelereng hadiah."
"Apakah itu benar? Coba kulihat "kata Mr Miller.
"Ini .. bagus. "
"Aku bisa melihatnya. Hmm sayang warnanya biru sedang saya mencari warna merah.
Apakah kamu memilikinya seperti ini di rumah? "
"Tidak persis tapi hampir sama. " '
Begini saja. Ambil saja dulu kacang polong ini, dan lain kali, kamu bawa kelereng kamu yang merah' kata Mr Miller kepada anak itu.
"Tentu. Terima kasih Mr Miller. "

Ny Miller, yang sedang berdiri tidak jauh, datang untuk membantu saya.


Dengan tersenyum dia berkata, "Ada dua anak laki-laki lain seperti dia di komunitas kami, ketiganya sama-sama sangat miskin. Jim suka tawar-menawar dengan mereka untuk kacang polong, apel, tomat, atau apa pun. Jika mereka kembali dengan warna yang diminta, Jim akan berkata bahwa dia sudah tidak mencari warna tersebut dan akan menanyakan warna lainnya. Tetapi Jim tetap memberikan apa saja yang mereka ingin tukarkan."

Saya meninggalkan toko sambil tersenyum sendiri, terkesan dengan orang ini.

Beberapa waktu kemudian saya pindah ke Colorado, tapi saya tidak pernah lupa kisah tentang orang ini, anak-anak, dan cara barter mereka.

Beberapa tahun berlalu dengan cepat. Baru-baru ini saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi beberapa teman lama di comunitas Idaho dan mendengar bahwa Mr Miller meninggal dunia. Teman-teman saya berencana untuk berkunjung sore itu dan saya sepakat untuk ikut. Saat tiba di tempat jenasah disemayamkan, kita menemui keluarga almarhum untuk menyampaikan bela sungkawa dan kata-kata penghiburan.

Di depan kami, nampak tiga orang muda. Salah satunya mengenakan seragam tentara dan dua lainnya berpotongan rambut bagus, setelan gelap dan kemeja putih ... semua tampak sangat profesional.

Mereka semua menghampiri Mrs Miller dan berdiri disampingnya sambil tersenyum kepada jenasah Mr Miller di dalam peti mati. Setiap pemuda memeluknya, mencium pipi,bicara singkat dengannya dan pindah ke peti mati, dengan mata berkaca-kaca, satu per satu, masing-masing pemuda berhenti sebentar dan meletakkan tangan mereka di atas tangan yang pucat dingin di peti mati. Satu persatu meninggalkan tempat itu sambil menyeka mata.

Giliran kami datang menemui Ny Miller. Saya bilang padanya siapa saya dan mengingatkannya pada kisah dari tahun-tahun yang lalu dan ketika ia bercerita tentang suaminya yang suka berbarter untuk kelereng.

Dengan mata berkaca-kaca, dia meraih tanganku dan membawa saya ke peti mati. "Mereka tiga pemuda yang baru saja meninggalkan adalah anak laki-laki yang kuceritakan dulu. Mereka hanya mengatakan kepada saya bagaimana mereka menghargai hal-hal yang Jim 'perdagangkan' pada mereka.

Sekarang, pada akhirnya, ketika Jim sudah tidak bisa lagi meminta warna atau ukuran kelereng .... mereka datang untuk membayar utang mereka. "'Kami tidak pernah memiliki banyak kekayaan di dunia ini, "ia mengaku," tapi sekarang, Jim akan menganggap dirinya orang terkaya di Idaho...'

Dengan lembut, dia mengangkat jari-jari almarhum suaminya. Nampak disitu tiga buah kelereng warna merah yang bersinar indah.

*Moral:*
*Orang mungkin tidak bisa mengingat semua perkataan kita, tetapi akan mengingat segala perbuatan baik kita. Hidup ini tidak diukur oleh nafas yang kita habiskan, tetapi oleh waktu yang kita habiskan untuk bernafas. Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia*

Filosofi Pohon

GOOD READING

Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon.

Ada 3 hal yg kita bisa belajar tentang pohon kata dia:

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri Buah adalah hasil dari pohon ...dari mana pohon memperoleh makan? Pohon memperoleh makan dari tanah ...semakin akarnya dalam semakin dia bisa menyerap nutrisi lebih banyak ...ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita ...

Ada cerita menarik ...katanya buah kurma itu manis sekali …. Kenapa bisa begitu? Menurut ceritanya pohon kurma itu ditanam di padang pasir ... Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4 lapisan ... Sebelum pohon kurma itu tumbuh maka dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tersebut dan menghasilkan buah yg manis di tengah padang pasir ..... Ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yg luar biasa... Seperti perumpamaan pegas yg memiliki daya dorong kuat ketika ditekan ...

2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang
Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yg menikmati justru orang lain ... Ini bicara tentang prinsip memberi ...di mana kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja utk memberi buah ....artinya apa ? Kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yg membutuhkan ...jadi bukan utk kenikmatan sendiri ...cukupkanlah dirimu dengan apa yg ada padamu ....tapi tidak pernah ada kata cukup utk memberkati orang lain dengan pemberian kita.

Pelajaran dari Warren Buffet seperti email yg sering anda terima tentang kehidupan dia ...beliau adalah orang terkaya di dunia, tapi kehidupannya mencerminkan kesederhanaan, katanya masih hidup di rumah yg sama yg dia tinggalin puluhan tahun lalu, pakai mobilnya yg lama juga ....tapi ketika kekayaannya 35 Miliar USD dia berkomitmen utk menyumbang 31 Miliar USD, itu katanya pas jaman pemerintahan Bill Clinton awal ... Sekarang kekayaannya justru bertambah2 banyak. .....Berapa banyak dari kita yg sulit utk menahan nafsu terhadap barang2 bermerek, mobil2 mewah, gonta-ganti HP .....

3. Buah yg dihasilkan pohon itu menghasilkan biji, dan biji itu menghasilkan multiplikasi

Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi impact terhadap orang lain ... Katanya pemimpin itu bukan masalah posisi/jabatan ...tapi masalah pengaruh dan inspirasi yg diberikan kepada orang lain ...

Claudio Ranieri, pelatih Juventus berkata bahwa Del Piero itu adalah pemimpin, walau ban kaptennya dicopot sekalipun dia tetap pemimpin...ngerti kan? Bukan mengenai ban kaptennya, itu hanya pengakuan saja...

Bicara tentang impact, pendiri Astra bercita2 menjadikan perusahaan ini sebagai sebuah pohon besar yg rindang dan menjadi tempat berteduh buat banyak orang ...dan hal itu mulai tercapai hari2 ini dengan jumlah karyawan 120.000 artinya memberi penghidupan kepada sekitar 600.000 jiwa.... Perusahaan ini dibangun bukan karena keserakahan memperkaya diri sendiri, tapi karena cita2 utk "Menjadi milik yg bermanfaat bagi bangsa dan negara" (Catur Dharma ke-1).

Demikianlah yg diceritakan orang bijak itu tentang filosofi pohon ...
Semoga bermanfaat.. ..
Selamat berkarya...

Doa Tanpa Arti

Pada suatu malam yang sangat dingin, seorang pemuda duduk di dekat perapian dirumahnya untuk menghangatkan badan. Saat pandangannya menatap jendela rumahnya, dilihatnya seorang kakek sedang berjalan ditengah salju yang putih.

Sang Pemuda kemudian berpikir, “Ah Malangnya kakek itu, dia harus berjalan ditengah badai salju seperti ini. Baiklah aku akan mendoakan dia saja agar dapat tempat berteduh.” Pemuda itu lalu berdoa kepada Tuhan : “Tuhan bantulah agar orang tua di depan rumahku ini mendapatkan tempat untuk berteduh. Kasihan Tuhan dia kedinginan.”

Ketika si pemuda mengakhiri doanya dilihatnya sang kakek berjalan mendekati rumahnya dan diapun sempat mendengar suara rintihan sang kakek yang kedinginan ketika sang kakek bersandar di dekat jendela rumahnya. Mendengar itu sang pemuda berdoa lagi kepada Tuhan. “ Tuhan lihatlah sang kakek di luar rumah itu. Kasihan sekali dia Tuhan, biarlah engkau membantunya agar dia tidak kedinginan lagi.bantulah agar dia mendapatkan tempat berteduh yang hangat.” Setelah itu si pemuda pun tidur lelap.

Keesokan harinya si pemuda terbangun karena suara gaduh masyarakat sekitarnya. Dia pun keluar rumah dan menemukan sang kakek telah meninggal bersandar di dekat jendela rumahnya.

Si pemuda kemudian berdoa lagi kepada Tuhan. “Tuhan mengapa engkau membiarkan kakek itu meninggal kedinginan padahal aku sudah mendoakannya agar dia selamat.” Tuhan pun menjawab si pemuda itu. “Aku mendengar doamu hai pemuda. Aku sudah membimbing kakek itu agar mendekati rumahmu. Akan tetapi engkau tak menghiraukannya bahkan ketika kakek itu merintih di depan jendela rumahmu.”

Renungan :
Teman teman yang terkasih dalam Yesus, Kita mungkin dapat mendoakan keselamatan, keberhasilan, atau pun kebahagiaan seseorang atau diri kita sendiri. Tetapi apakah artinya jika doa tersebut tanpa usaha. Iman tanpa perbuatan adalah hampa dan tidak ada artinya. Lebih baik si pemuda berkata “Tuhan lihatlah ada kakek yang kedinginan.” kemudian ia membuka pintu dan mempersilakan kakek itu masuk ke rumahnya untuk berteduh daripada ia berdoa panjang-panjang untuk keselamatan kakek itu tetapi tidak bertindak apapun.

Menumbuhkan Kemandirian Sejak Dini

Mandiri Sejak Dini? Mungkinkah? Mungkin!! Ya, mungkin sekali anak-anak mandiri sejak dini, bahkan sejak bayi baru lahir!!

Syaratnya cuma :

1. Jangan pernah meragukan atau meremehkan kemampuan mereka

2. Jangan intervensi usahanya, biarkan mereka berusaha sendiri, orang tua cukup mendampingi, tidak perlu menggurui atau menasehati ini itu, cukup jadi supporter yang baik

3. Hargai setiap usahanya, sekecil apapun itu, berikan mereka pujian. Sejak kecil, anak-anak sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kemandiriannya, tanda-tanda kesiapannya untuk suatu hal. Hanya saja, kadang-kadang orang tua seringkali lupa atau malah mengabaikan signal-signal tersebut.

Banyak signal-signal dan tanda ingin mandiri yang ditunjukkan seorang anak. Mulai belajar tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, turun dari tempat tidur, naik tangga, makan, pakai baju, celana, pasang kancing, menulis, pakai sepatu, pakai kaos kaki, menggambar, dsb. Tinggal orang tuanya aware atau tidak. Percaya atau tidak pada kemampuan anak.

Falda belajar pake celana sendiri (umur 1,5 th) Contoh gampangnya, ketika anak mulai belajar makan-makanan padat (belajar MPASI, sekitar umur 6-8 bln), mereka mau pegang sendok sendiri, mau suap sendiri, mau makan sendiri. Kadang-kadang kita orang tua mikir "ah repot, nanti berantakan, belepotan, makanannya sedikit yang masuk, kebuang-buang" See? Under estimate pada kemampuan anak. Memang sih kalo kita biarkan anak makan sendiri jadi sedikit merepotkan. Tapi, demi pelajaran berharga bagi mereka, knapa tidak? Sebuah pelajaran memang mahal harganya. Bayar sekolah bayi aja mahal dan butuh modal.

Nah ini self learning yang ingin dijalankan anak malah tidak didukung, bagaimana anak mau belajar mandiri? Mau belajar percaya akan kemampuannya? Lama-lama, karena merasa gak dipercaya, anak jadi mikir, "ah, biarin deh gak usah coba lagi, nanti kalo aku coba lagi malah dimarah-marahi, salah melulu", Huffffhhh

Giliran orang tua ingin anak belajar mandiri untuk makan, anak udah malas mencoba ^__^ Contoh lain: Ketika anak mau belajar naik tangga sendiri. Tidak jarang orang tua belum-belum sudah berseru "awas, jangan naik-naik tangga, nanti jatuuh!! Apa yang kira-kira terjadi pada anak ketika kita berseru seperti itu? Yup, mereka kaget, mengkeret, atau bahkan jadi takut mau naik. Walau memang ada juga yang ndablek dan masa bodoh, tetep naik tangga. Tapi sedikit atau banyak seruan kita sudah menurunkan sedikit rasa percaya dirinya. Trus musti gimana doonk? **bingung jadi orang tua**

Untuk masalah makan, biarkan anak belajar makan sendiri. Taruh anak di high chair (jika ada), alasi lantai high chair dg karpet plastik atau koran (supaya gampang membersihkannya, atau kalau pake koran tinggal buang), bersihkan atau cuci meja high chair sebelum makan, sehingga bersih dan steril. Taruh piring plastik isi makanan, sendok plastik di meja tsb, atau bisa juga berikan finger food jika suka, kemudian katakan "nah sekarang giliran adek makan, makan yang banyak ya" Dah, tinggalkan anak makan sendiri, yakinkan diri kita sendiri bahwa mereka bisa makan, entah seberapa pun yang masuk. Ketika sesi makan selesai, walau meja, lantai berantakan, baju dan mukanya belepotan, hargai usahanya, katakan"waaa, adek hebat, bisa makan sendiri, habis lagi. Good job!!" sambil acungkan dua jempol atau berikan pelukan hangat atau kecupan sayang. Kalau gak punya high chair bagaimana? Sediakan karpet plastik bersih, dudukkan mereka disana, taruh semua perlengkapan makannya di karpet dan lakukan hal yang sama seperti contoh makan di high chair. Kalau belum bisa duduk sendiri? Berikan finger food dan pangku anak, biarkan mereka makan sendiri. Atau, dudukkan di karpet, berikan sanggahan di belakangnya, dan tetap letakkan perlengkapan makan di depannya, nanti mereka akan belajar untuk melakukannya sendiri karena mereka memang mau bisa.

Bagaimana untuk anak yang mulai belajar naik tangga? Biarkan mereka naik tangga sendiri, orang tua mendampingi di belakangnya. Ingat, hanya mendampingi, jangan memegangi!! Bersabarlah mengawasi anak dari belakangnya. Ketika anak naik tangga satu step, orang tua mengikuti di bawahnya, begitu anak berhasil, berikan pujian "waaaa, hebaaaattt", berikan tepuk tangan jika perlu. Naik tangga step kedua, orang tua mengikuti lagi, begitu terus sampai tangga teratas, orang tua mengikuti dan mendampingi di belakang anak, berikan pujian selalu setiap anak berhasil di tiap stepnya. Dengan cara seperti itu, Insya Allah akan menumbuhkan kepercayaan diri pada diri si anak sekaligus menumbuhkan kemandirian pada dirinya.

Ok, happy parenting. Smoga bermanfaat

Meme Luna sakit

Senin, 27 Sep 2010
Meme sore ini dibawa ke dokter oleh papa, gak nunggu mama. Panas meme sampai 40 derajat Celcius. Meme minum obat antibiotik sirup (Amoxan) ama obat batuknya (2 macam aja). Pas ditimbang berat meme langsung turun 10.2 kg. Keadaan meme sangat kasian, sampai pucat gitu dan meme diem aja. Matanya sayu spt pingin tidur terus.

Jumat, 01 Okt 2010
Pas mama pulang kerja, mama dikejutkan berita kalau meme mulai timbul bercak2 merah dan ternyata meme kena gabag/campak; papa sangat menyesal krn sudah meminumkan antibiotik ke meme... kalau gabag seharusnya tidak ditahan, biar keluar semua panasnya. Mama tidak mengerti soal itu, jadi papa semua yang mengatur obat2an apa yang boleh diminum anak2nya.

Sabtu, 02 Okt 2010
Bercak2 tambah banyak dan meme juga makin rewel, mintanya gendong terus sampai mama juga capek... Meme sudah tidak diobati, semua obat dokter distop. Meme juga tidak dimandiin, cuman dilap2 dan diberi bedak biar segar. Kasian banget melihat kondisi meme tapi mama gak sanggup gendongi meme terus, jadi meme gantian digendong sus setelah sus selesai kerja (belum dapat pembantu sementara pekerjaan bersih2 dirangkap ama sus). Semoga koko tidak ketularan meme deh...

Selasa, 05 Okt 2010
Thanks to God, bercak2 sudah mulai hilang dan meme berangsur pulih, udah mau duduk sendiri.... walaupun bercaknya belum hilang semuanya, ada yang bilang sekitar 1-2 minggu. Lumayan anaknya udah gak rewel lagi, dan meme udah kembali ceria....

Dibawah ini adalah foto2 meme, mama tidak bermaksud mengexploitasi foto tetapi murni ini semua utk dokumentasi keluarga; mama sebenarnya gak tega kok, tampang meme sangat melas dan bener2 lemes kondisinya. Harap para pembaca budiman tidak ada yang mengambil foto ini untuk keperluan apapun!

ST MAN

Konon pada suatu masa di sebuah kota kecil, hidup dua orang pemuda. Mereka memang cukup ganteng dan populer di jamannya, tetapi di sisi lain mereka adalah cowok yang cukup bandel, liar, dan tidak pernah menghormati orang lain – sekalipun dilahirkan dari keluarga yang cukup terhormat.

Perilaku keliru ini belakangan menjadi kasus yang cukup serius ketika mereka mencuri domba dari peternak setempat. Dan hal ini adalah kejahatan yang cukup besar di masyarakat penggembala tersebut.

Sepandai-pandainya mereka, akhirnya cowok-cowok itu tertangkap. Karena malu, para orang tua kedua cowok itu segera mengusir dari rumahnya. Para penggembala pun mulai berunding untuk menentukan hukuman apa yang paling cocok bagi mereka. Para penggembala akhirnya memutuskan untuk memberi tatoo di jidat mereka dengan tulisan “ST”, singkatan dari “Sheep Thief” (pencuri domba). Karena bersifat permanen, maka tatoo ini akan kelihatan di dahi mereka seumur hidup.

Salah seorang diantara cowok itu cukup malu dengan tatoo tersebut, sehingga ia melarikan diri dari kota tersebut, dan tidak pernah ada kabar beritanya lagi.

Yang seorang lagi, dengan penyesalan mendalam dan tekad untuk memperbaiki hubungan dengan masyarakatnya. Ia memilih untuk tetap tinggal di kota dan mulai berbuat baik, terutama kepada warga yang pernah ia rugikan sebelumnya. Beberapa kali perbuatan baiknya ini malah menimbulkan kecurigaan dari masyarakat setempat, tetapi cowok itu tetap saja berbuat baik tanpa mempedulikan apa kata warga.

Setiap kali ada yang sakit, pencuri domba itu datang untuk merawat si sakit, membuatkannya bubur hangat dan menghiburnya dengan berbagai cerita-cerita lucu. Setiap ada kesibukan dan perayaan, pencuri domba itu selalu membantu dengan sukarela.

Ia tidak pernah memperhatikan apakah yang dibantunya itu kaya atau miskin. Kadang ia menerima tanda ucapan terima kasih, entah makanan maupun uang – tetapi lebih sering ia tidak pernah menerima apapun atas segala bantuannya – dan ia memang tidak pernah memperdulikan hal itu.

Beberapa puluh tahun kemudian, seorang turis datang ke kota itu – kota yang terkenal dengan udaranya yang sejuk dan kehidupan pedesaan yang masih alami. Ketika singgah pada sebuah warung di pinggir jalan, pelancong itu melihat seorang lelaki tua, dengan tatoo “ST” di jidatnya – sedang duduk di kursi goyang. Mata teduh orang tua itu tertuju pada ribuan domba di ladang samping rumahnya yang cukup megah di desa itu.

Turis itu juga memperhatikan bagaimana orang-orang yang lewat di depan rumah itu selalu menyempatkan diri untuk bercakap-cakap dengan orang tua itu – dan menunjukkan sikap yang sangat hormat, seolah-olah orang tua itu adalah bapaknya sendiri. Ia juga melihat banyak sekali anak-anak yang bermain di halaman rumah yang tidak memiliki pagar itu. Turis mengamati, sesekali anak-anak itu menghentikan permainan mereka dan memeluk mesra orang tua itu.

Karena penasaran, orang asing itu bertanya kepada pemilik warung, “Apa arti huruf ST yang tertulis di jidat orang tua itu ?”

Jawab pemilik warung, “Saya tidak tahu. Kejadiannya sudah lama sekali…” sahut pemilik warung. Setelah terdiam sejenak untuk merenung, pemilik warung tersebut melanjutkan, “… mmm, menurut saya tulisan itu singkatan dari kata ‘Santo‘. “

Pembaca budiman, tidak ada kesalahan terlalu besar untuk menerima kata maaf dan tidak ada kata terlambat untuk mereka yang mau bertaubat.

Hari ini adalah kesempatan yang baik untuk menjadi manusia yang baru. Ayo tunggu apalagi, segeralah untuk kembali ke jalan Allah sebelum kesempatan itu sirna seiring dengan berjalannya waktu....

Ingat, hari ini adalah hari yang terbaik untuk berubah.....TETAP SEHAT DAN TETAP SEMANGAT...!!!

"Thanks to Chuen Xi yang udah ngirimkan artikel bagus ini"

Artikel: Daya Ingat

Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya.

Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat.Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.

Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.

Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.

Ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak:

1. Tidak mengonsumsi alkohol. Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.

2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya. Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.

3. Sering membaca novel. Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.

4. Selalu menyilang-nyilangkan dan menyambung-nyambungkan data. Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungkan seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.

5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan. Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.

6. Meminum teh atau kopi. Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.

7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil. Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.
__._,_.___

3 pelajaran besar :)

Ada tiga pelajaran dari perusahaan besar yang dapat membantu kita bertahan……. (buat info Surya besok, hehe)

PELAJARAN 1
Seekor burung Gagak bertengger di atas pohon, berdiam diri tanpa melakukan kegiatan apapun.
Seekor kelinci melihat burung Gagak dan bertanya, “Apakah saya juga boleh duduk duduk saja seperti anda sepanjang hari?”
Si Gagak menjawab: “Tentu saja boleh !.”
Maka Si Kelinci duduk di tanah di bawah Si Gagak dan beristirahat.
Tiba-tiba muncul seekor Musang,
Menerkam Si Kelinci …dan memakannya !.
Moral cerita ini adalah
Bila Anda ingin duduk-duduk dan tidak melakukan apa-apa, Anda harus duduk di tempat yang tinggi

PELAJARAN 2
Seekor ayam sedang berbincang dengan seekor lembu.
“Saya ingin mencapai puncak pohon itu tetapi saya tidak punya cukup energi .” keluh si ayam.
“Oh, mengapa anda tidak coba makan kotoran saya?" jawab si lembu. “Kotoran saya padat dengan nutrisi."
Si ayam makan seonggok kotoran lembu dan merasakan tambahan energi sehingga dapat mencapai dahan pertama.
Keesoknya, setelah makan lagi, dia dapat mencapai dahan kedua..
Akhirnya setelah dua minggu, dengan bangga dia bertengger di puncak pohon itu.
Tak lama kemudian ayam tersebut terlihat oleh Pak Petani, lalu ditembaknya ayam itu.
Moral cerita ini adalah
Kebohongan (Bullshit=kotoran lembu) dapat membawa anda ke posisi puncak, tetapi anda tidak dapat bertahan disana.


PELAJARAN 3
Seekor burung terbang ke selatan menghindari musim dingin.
Demikian dinginnya sehingga si burung membeku dan terjatuh dipadang yang luas.
Sementara terbaring, datanglah seekor lembu dan membuang kotoran tepat di atasnya.
Di bawah kotoran lembu, si burung merasakan kehangatan. Kotoran tersebut telah menyelamatkannya dari kebekuan. Dia berbaring dalam kehangatan dan mulai bernyanyi gembira. Seekor kucing yang sedang lewat mendengar nyanyiannya. Si kucing menghampiri suara tsb dan menemukan burung di bawah kotoran lembu. Segera ia menggali dan memakan burung itu.
Moral cerita ini adalah
1) Tidak semua orang yang memberi “masalah” adalah musuh anda.
2) Tidak semua orang yang membantu anda keluar dari masalah adalah teman.
3) Apabila anda dalam masalah, tutup mulut anda (jangan banyak bicara).

Update liburan & perkembangan Surya Luna

16 Sep 2010

Liburan Idul Fitri kita gagal total krn papa mama ribut besar... belum lagi meme Luna jatuh dari kereta sampai bibir bagian bawah pecah. Meme nangis gak berhenti2 sampai tertidur sendiri (11 Sep pagi). Kita liburan hanya main2 di Villa Songgoriti dan Selecta. Setelah balik Surabaya, kita bermain air di Ciputra Waterpark (13 Sep siang), kita dijemput ama II Afun & Susuk Only dan adik Rio, juga waibo. Pas ke Waterpark papa kalian tidak mau ikut dan minta Meme ditinggal berduaan aja di rumah.

Dibawah ini adalah foto kalian berdua (kalau perkembangan kalian stlh nya foto) :











Perkembangan kalian berdua :

1. Surya: belum mandiri, makan masih minta disuapin, trus disuruh nulis susahnya minta ampun. Senengnya di depan komputer, entah main games atau melihat VCD Bobby Bola. Trus permainan fisik spt kejar2 an, sepak bola masih menarik buat dia... Kalau malam sebelum tidur tetap minta dibacain buku dan berdoa bersama mama. Yang bikin mama terharu, Surya udah mengerti ketika diberi tahu kalau papa dan mama marahan, dia bisa ikut nangis saat papa mama bertengkar. Belum lagi pas di mobil II Afun, Surya bisa nanya kenapa mama sama waibo menangis.... Trus kalau pergi sekarang Surya dah pintar minta ngajak meme juga (padahal mama cuman ngajarin sekali aja, hehe). Emang terasa gak enak gitu kalau kita tidak pergi bersamaan, serasa ada yang hilang.

2. Luna: sekarang dah belajar berdiri sendiri walaupun cuman semenit, kakinya kalau gak kuat langsung duduk atau dia berdiri lagi dengan pegangan/merambat. Merangkak dah cepet sekali, baby walker masih dipakai karena sus yang jaga harus ngerjain yang lain atau pas ada Koko di rmh meme bisa main kejar2an sampai mereka berdua berkeringat. Kalau kita ganti baju, meme dah ngerti akan pergi, jadi dada terus atau nunjuk tangga.... Salah satu hobby yg lain: naik turun tangga. Trus bicaranya dah lumayan ada nambah spt ber (beruang maksudnya), maem, aem, apa, papa, udah, cicak... Meme dah ngerti obyek dengan menunjuk jika kita tanya, spt kipas angin mana me.... dia liat ke atas dan nunjuk2... trus kalau Koko Surya setel komputer meme juga minta dititah ke meja komputer. Sayang ama Koko nya tapi Koko gak mau berbagi ama adiknya :( Jadi meme ini suka sekali join atau bergabung dengan kegiatan Kokonya. Kalau koko mewarna, meme ikutan ambil crayon tetapi kokonya gak terima dan dipukullah meme.... Coba kalau anak lain, koko malah kasih pinjam, hehe... kadang lucu juga sih melihat mereka pukul2an. Meme mukul sambil marah2. Meme masih kecil gini udah pintar rebutan, belum lagi ntar kalau bertambah usiamu :) Bln ini meme banyak digigit nyamuk sampai boresan tuh, krn gatal ama meme digaruk terus... Trus ada yang baru dari meme, kalau udah kenyang disembur2 makanannya sambil tersenyum, keliatan nakalnya deh, hehe...


(keterangan foto: ini foto kolam kalian yg baru, pas ke Batu tdk dibawa krn barang bawaan udah banyak, hehe...) Kalau kolam tsb diisi air atau bola, wah senangnya kalian berdua. Yang parah bolanya selalu dilempar2/dibuang2, kita sampai capai mengambilkan.

Kembali ke persoalan papa dan mama :
Mama tidak tahu harus bagaimana memberi penjelasan ke kalian tentang persoalan orang tua kalian. Kalian masih terlalu kecil untuk menjadi korban keegoisan kami berdua (papa & mama). Tiap mama mau tandatangan surat itu, mama selalu mengurungkan niat memikirkan kalian berdua dan persoalan yang akan timbul jika benar2 kita berpisah. Mama tidak mau ada keributan spt perebutan anak, gimana-gimana kalian tidak pantas untuk dijadikan korban keributan ini. Tuhan ampunilah dosa mamamu ini... Mama seharusnya belajar menjadi manusia yang lebih sabar dan menerima keadaan papa & kungkung bobo termasuk segala ucapannya yang suka ngatur lah dan tdk enak didengar. Setiap papa marah/emosi ke mama, mama tersinggung berat, belum lagi suara papa yang menggelegar itu. Papa soalnya gak bisa bersabar/tenang orangnya, dikit2 udah kebakaran (pantesan Papa kalian susah tidurnya/insomnia kali deh). Sampai kapan mama bisa menerima keadaan ini, kesabaran mama sudah habis sepertinya.

Nasihat dari konseling keluarga.com adalah :
Cinta yang tulus menutupi kelemahan pasangan. Tidak ada manusia yg sempurna. Semua punya kelemahan. Yang penting-bagaimana agar kelemahan pasangan dapat kita tutupi dengan kelebihan kita. Begitu juga sebaliknya. Tanpa modal ini, maka sulit menikmati pernikahan yang penuh sukacita - www.konselingkeluarga.com

Video clip perkembangan janin (9 months)

Song of today :



Faye Wong - Eyes on Me