Lilypie Kids birthday PicLilypie Kids birthday Ticker
Google

Welcome Note

This site/blog will tell the world more about my lovely son, named Agus Surya Yoewira or Yoe Wen Yang (his Chinese name). Beside uploading his photos and stories, I will also quote nice, spiritual and touching stories or articles from other resources. Hope this site/blog will be inspiring and useful for other moms in this world.
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)

MY OATH TO YOU

When you are sad, ………………. I will dry your tears
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.


FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Surya's reply :-D

Every love that you've been given to me
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......

LOVE YOU, MOMMY.... !!!

Surya's Slide Show! (new born until 2 years old)

a Christmas story for you

The Tablecloth

The brand new pastor and his wife, newly assigned to their first ministry, to reopen a church in suburban Brooklyn, arrived in early October excited about their opportunities. When they saw their church, it was very run down and needed much work. They set a goal to have everything done in time to have their first service on Christmas Eve.

They worked hard, repairing pews, plastering walls, painting, etc., and on December 18 were ahead of schedule and just about finished.

On December 19 a terrible tempest - a driving rainstorm hit the area and lasted for two days.

On the 21st, the pastor went over to the church. His heart sank when he saw that the roof had leaked, causing a large area of plaster about 20 feet by 8 feet to fall off the front wall of the sanctuary just behind the pulpit, beginning about head high.

The pastor cleaned up the mess on the floor, and not knowing what else to do but postpone the Christmas Eve service, headed home.

On the way he noticed that a local business was having a flea market type sale for charity so he stopped in. One of the items was a beautiful, handmade, ivory colored, crocheted tablecloth with exquisite work, fine colors and a Cross embroidered right in the center. It was just the right size to cover up the hole in the front wall. He bought it and headed back to the church.

By this time it had started to snow! An older woman running from the opposite direction was trying to catch the bus. She missed it. The pastor invited her to wait in the warm church for the next bus 45 minutes later.

She sat in a pew and paid no attention to the pastor while he got a ladder, hangers, etc., to put up the tablecloth as a wall tapestry. The pastor could hardly believe how beautiful it looked and it covered up the entire problem area.

Then he noticed the woman walking down the center aisle. Her face was like a sheet. "Pastor," she asked, "where did you get that tablecloth?"

The pastor explained. The woman asked him to check the lower right corner to see if the initials, EBG were crocheted into it there. They were. These were the initials of the woman, and she had made this tablecloth 35 years before, in Austria.

The woman could hardly believe it as the pastor told how he had just gotten the Tablecloth. The woman explained that before the war she and her husband were well-to-do people in Austria. When the Nazis came, she was forced to leave. Her husband was going to follow her the next week. He was captured, sent to prison and never saw her husband or her home again.

The pastor wanted to give her the tablecloth; but she made the pastor keep it for the church.

The pastor insisted on driving her home that was the least he could do. She lived on the other side of Staten Island and was only in Brooklyn for the day for a house-cleaning job.

What a wonderful service they had on Christmas Eve! The church was almost full. The music and the spirit were great. At the end of the service, the pastor and his wife greeted everyone at the door and many said that they would return.

One older man, whom the pastor recognized from the neighborhood continued to sit in one of the pews and stare, and the pastor wondered why he wasn't leaving.

The man asked him where he got the tablecloth on the front wall because it was identical to one that his wife had made years ago when they lived in Austria before the war and how could there be two tablecloths so much alike.

He told the pastor how the Nazis came, how he forced his wife to flee for her safety and he was supposed to follow her, but he was arrested and put in a prison. He never saw his wife or his home again all the 35 years in between.

The pastor asked him if he would allow him to take him for a little ride. They drove to Staten Island and to the same house where the pastor had taken the woman three days earlier.

He helped the man climb the three flights of stairs to the woman's apartment, knocked on the door and he saw the greatest Christmas reunion he could ever imagine.

True Story - submitted by Pastor Rob Reid.

Foto ama mama di depan lukisan Sinterklas


It's Christmas time son..... Wish you the most joyfull and unforgetable Christmas.
God bless u always !


Pictures taken on 24 Dec 07 @ 10.20 am at lobby of Siloam Hospital when we visited aunty Pik Yen.

Natal pertama Surya (25.12.07)

Pagi ini Surya pinter banget karena Pk 05.45 udah bangun, biasanya bangun diatas Pk. 07.00. Tuhan benar-benar mengabulkan doa mama agar bisa membawa Surya ke gereja karena pagi ini akan menjadi hari pertama Surya ke gereja dan menjadi misa Natal pertama buatmu nak dan tentunya menjadi unforgetable Christmas for both of us.

Setelah Surya mandi dan kita semua siap, Pk. 06.40 papa Surya mengantar ke gereja di Jln Widodaren. Papa cuman drop aja di depan halaman gereja karena papa Surya tidak mau masuk sama-sama (papa Surya adalah penganut Budha sementara mama adalah Katholik). Jadi Surya cuman diantar mama ama suster.

Pertama Surya nangis tetapi setelah dibujuk akhirnya mau juga duduk di dalam gereja apalagi setelah melihat banyak teman-teman sebayanya. Mama pilih duduk di baris belakang biar tidak mengganggu yang lain dan kebetulan di baris belakang banyak teman-teman Surya. Akhirnya Surya malah bermain dengan mereka walaupun kadang duduk di sebelah mama buka-buka buku atau maem roti. Mama pun dapat mengikuti misa dengan khidmad sampai selesai.

Oh ya pas komuni, mama gendong Surya berjalan menuju ke altar utk menerima hosti perlambang Tubuh Yesus Kristus dan Surya juga mendapat berkat dari Romo Yohanes yang saat itu memimpin misa. Surya diam aja melihat begitu banyak anak-anak di bangku depan karena kebetulan Pk 07.00 adalah misa Natal untuk anak-anak. Jadi ada dramanya juga. Surya masih belum mengerti memang, paling tidak Surya ikut mendengarkan doa-doa yang dipimpin Romo dan lagu-lagu yang berkumandang selama misa. Semoga ini awal yang bagus buat pendidikan rohani Surya dan selanjutnya tiap minggu mama pasti bawa Surya ke rumah Bapa.

Selamat Natal buatmu juga nak, semoga damai Natal menyertai kita semua dan Kasih Yesus selalu menyertai semua orang yang selalu merindukan kedatanganNya ~amen~

18 Dec 2007, your 16th month

Mama malam ini tidak bisa menemani Surya bubuk malam karena mama lagi dinas di luar kota (di Semarang, Solo & Jogya). Pk 20.10 papa kirim sms ke mama menginfokan kalau Surya udah bubuk & spt hari-hari sebelumnya Surya bubuk sendiri gak minta gendong..... syukurlah mama akhirnya juga bisa tidur nyenyak & tdk kepikiran karena Surya tidak rewel. Besoknya mama udah balik ke Surabaya, jadi mama cuman ninggal Surya satu mlm.

Mama tidak sempet foto Surya persis tgl 16 Des kemarin abisnya mama sibuk.... untung aja mama ada foto Surya pas tgl 15 Des malam pas kita lagi bermain membongkar laci di kamar tidur dengan mengeluarkan semua CD dan kaset.....



Surya di usia 16 bln ini sudah mulai mau makan nasi walaupun masih di mix dengan bubur kasar. Giginya udah tumbuh 1 lagi di bagian atas, sehingga total berjumlah 7 buah (4 bawah, 3 atas). Sebenarnya udah bisa dibilang 8 buah tetapi yang baru tumbuh belum terlalu besar. Bentar lagi pasti terlihat rata dengan gigi lainnya.

Dengan bertambahnya gigi, Surya senang mencoba makanan apapun terutama yang manis-manis. Selain itu udah pintar meniru apa yg dilihat di film Teletubbies ataupun yang dilakukan oleh orang lain, juga udah bisa menggeleng-gelengkan kepala tanda tidak setuju/tidak mau. Dikit-dikit Surya udah mulai mau bicara spontanitas, spt 'tiga', 'cece', 'cicak', 'bobo', 'tunggu', 'abis', 'A', 'B', 'pupuk' (krupuk), 'eek', 'halo', 'papa & mama'. Sayang sekali kalau kita minta melanjutkan kata-kata yg kita ucapkan tidak pernah mau.

Surya sudah lebih mengerti apa yg kita bicarakan dengan menunjuk-nunjuk obyek/benda tsb. Bongkar-2 atau mengeluarkan seluruh isi laci masih suka dilakukan. Sekarang kalau minta jalan-jalan, selalu dengan mengambil kunci rumah.

Permainan yg disenangi akhir-akhir ini adalah main bola.... bola dilempar ke bawah tangga, ntar kita yang dewasa diminta ambil & melemparkannya ke atas. Surya pasti tertawa terbahak-bahak melihat kita mengejar bola tsb. Buka-buka buku juga masih senang dilakukan apalagi tentang cerita Humpty Dumpty si telur yang jatuh dari tembok yang tinggi, Ba Ba Black Sheep & Rain Rain Go Away.

Badan Surya udah bertambah berat, beratnya udah mendekati 12 kg. Tidak terlihat gemuk krn tinggi itu tadi, malah lebih cenderung kurus jika Surya tidak mengenakan pakaian. Walaupun kurus, Surya tetap termasuk kategori anak yang sehat. Pas papa & mama kena flu, Surya tidak ikutan tertular.

Sifat/karakter jelek yang udah mulai terlihat adalah keras kepalanya. Kalau dilarang malah nangis, pertama cuman dibuat-buat, ntar nangis beneran :)
Semoga sifat ini akan segera hilang seiring dengan bertambahnya umur Surya dan arahan dari papa mama.

Sementara ini yang bisa mama tulis krn mama udah ngantuk, hehe.

Inspiring Story: Ada Malaikat Untukmu


Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dari dalam perut ibunya dia bertanya kepada Tuhan:
"Para malaikat di surga mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup disana? sayabegitu kecil dan lemah"
Tuhan menjawab : "Saya telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu"
"Tapi disini, apa yang saya lakukan hanyalah tidur, ini sudah cukup bagi saya untuk berbahagia"
"Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari,dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia"
"Dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika saya tidak mengerti bahasa mereka?"
"Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkan bagaimana cara kamu berbicara"
"Dan apa yang akan saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?"
"Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"
"Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?" "Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin dapat mengancam jiwanya"
"Tapi saya pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi"
"Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Saya dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu"
Saat itu surga begitu tenangnya sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya sekali lagi : "Tuhan, jika saya harus pergi sekarang bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut?"
"Kamu akan memanggil malaikatmu, IBU."

Biarlah Tuhan yang mengemudikan hidup kita

BIARLAH TUHAN YANG MENGEMUDIKAN HIDUP KITA

Kita tidak pernah mempertanyakan kemana supir bus kota yang kita tumpangi akan membawa bus-nya. Tetapi kita sering mempertanyakan Tuhan, kemana Dia akan membawa hidup kita


Seorang ayah mengajak puterinya, Asa, 6 tahun, mengendarai mobil menuju ke sebuah museum. Sudah lama Asa menginginkannya. Si Ayah kebetulan hari itu mengambil cuti dan sengaja mengantar anaknya ke tempat yang sudah lama diimpikan Asa itu tanpa didampingi Bunda.

Di perjalanan, tak hentinya Asa bertanya kepada si Ayah :
"Ayah tahu tempatnya?", tanya Asa yang duduk di samping kemudi Ayah.
"Tahu, jangan kuatir ...", jawab Ayah sembari tersenyum.
"Emang Ayah tahu jalan-jalannya?"
"Tahu, jangan kuatir ...""Benar, tidak kesasar Ayah?"
"Benar, jangan kuatir ...", jawab Ayah tetap dengan sabar.
"Nanti kalau Asa haus, bagaimana?"
"Tenang, nanti Ayah beli air mineral ..."
"Terus kalau lapar?"
"Tenang, Ayah ajak mampir Asa ke restoran ..."
"Emang ayah tahu tempat restorannya?"
"Tahu, sayang ..."
"Emang ayah bawa cukup uang?"
"Cukup, sayang ..."
"Kalau Asa pengin ke kamar kecil?"
"Ayah antar sampai depan pintu toilet wanita ..."
"Emang di museum ada toiletnya?"
"Ada , jangan kuatir ..."
"Ayah bawa tissue juga?"
"Bawa, jangan kuatir ...", kata ayah sembari membelokkan mobilnya masuk jalan tikus, karena macet.
"Kok Ayah belok ke jalan jelek dan sempit begini?"
"Ayah cari jalan yang lebih cepat ... supaya Asa bisa menikmati museum lebih lama nanti ...
"Tidak berapa lama, Asa kemudian tidak bertanya-tanya lagi.
Giliran sang Ayah yang bingung,"Kenapa Asa diam, sayang?"
"Ya, Asa percaya Ayah deh! Ayah pasti tahu, akan antar dan bantu Asa nanti!"

Kita ini seperti Asa si anak kecil ini. Kita bertanya banyak hal mengenai apa yang kita hadapi dan terjadi dalam hidup kita. Terlalu banyak khawatir apa yang akan kita hadapi. Padahal sesungguhnya Tuhan "sedang mengemudi" buat kita semua.
Kadang Ia membawa ke "gang sempit" yang barangkali tidak enak, tetapi itu semua untuk menghindari "kemacetan" di jalan yang lain. Kadang Ia memperlambat "kendaraan-Nya", kadang mempercepat. Semuanya ada maksudnya.

Ada baiknya kalau kita menyerahkan hal-hal yang di luar jangkauan kita kepada-Nya. Biarkan Dia berkarya atas hidup Anda, biarkan Dia “mengemudikan” hidup Anda, sebaliknya fokuskan hidup Anda kepada hal-hal yang Anda bisa kerjakan di depan mata, dengan berkat kemampuan yang Anda sudah miliki.

God Bless U ~~~

Pictures of Surya on his 15th month (taken on 16 Nov 07)







Surya bergaya di studio photo pas umur 15 bulan :)

Harga Sebuah Mujizat

Sally baru berumur 8 tahun ketika dia mendengar bahwa sang kakak Georgi menderita sakit sangat parah, dan hanya pertolongan dari operasi yang mahal lah yang dapat menolong sang kakak ( tapi tidak mungkin karena kesulitan ekonomi keluarga tersebut ).

Sally mendengar sang ayah berkata ” Hanya mujizat yang dapat menyembuhkannya”, segera si sally masuk ke kamar dan memecah celengan yang dimilikinya dan mulai menghitung semua “isi”nya. Sambil menyelinap sang Sally kecil bergegas menuju ke sebuah toko obat, dengan pebuh kesabaran si Sally kecil menunggu si apoteker yang sedang berbicara dengan seorang pengunjung.

Hal ini membuat Sally menjadi bosan, dan mulai membuat beberapa keributan kecil dengan harapan menarik perhatian sang apoteker. Dengan marah sang apoteker berkata pada Sally ” ok2 kau sudah mendapatkan perhatianku, sekarang apa yang ingin kau beli ?”. “Ok pertama saya akan menceritakan bahwa kakak saya sedang sakit dan saya ingin membeli sebuah mujizat” ujar Sally. “Maaf sayang kami tidak menjual barang seperti itu, maaf saya rasa, saya tidak dapat membantumu” lanjut sang apoteker. “Dengar katakan saja berapa harga yang harus kubayar tuk membelinya ??” ujar Sally dengan air mata yang mulai mengalir.

Rupanya keramaian tersebut terdengar oleh seorang pria yang dari tadi duduk di pojok apotik dan sambil bertanya…
Pria dewasa : “jenis mujizat apa yang dibutuhkan oleh saudaramu ?”
Sally : “saya tidak tahu.”
“yang saya tahu dia benar2 sakit dan ibu saya mengatakan kalu dia harus dioperasi. Tapi keluarga saya tidak punya cukup uang, sehingga saya mengambil tabungan saya.”
Pria dewasa : “berapa banyak yang kau punya ?”
Sally : “1 dolar 11 sen”. “dan inilah semua uang yang aku punyai di dunia ini”. Jawabnya dengan bangga.
Pria dewasa : “wah, suatu di luar logika, itu adalah harga yang tepat untuk mujizat yang dapat menyelamatkan kakaknya.”

Lalu pria itu mengambil uang tersebut dan berkata “bawa aku ketempat kamu tinggal, aku ingin bertemu dengan kakak dan orang tuamu”. Dan 1 hal yang tidak disadari oleh Sally adalah pria itu bernama Dr.Carlton Armstrong, seorang spesialis bedah. Dan operasi yang dilaksanakan pada akhirnya sukses dan kakaknya terselamatkan.

“operasi itu…sebuah keajaiban…saya tidak bisa membayangkan berapa banyak biaya yang dikeluarkan dan kita tidak membayar sedikitpun” ujar sang ibu. Namun dengan tertawa kecil sang Sally kecil tahu benar berapa harga sebuah mujizat itu…1 dollar 11 sen dan tentusaja ditambah dengan IMAN dan KASIH dari Sally kecil.

“Jangan pernah hanya berangan-angan untuk selalu memberi KASIH ( Tuhan ) pada sesamamu”

~~author unknown~~

Pose Surya Ketawa (taken on 02 Dec 07)

Akhir-2 ini Surya udah pinter berpose deh, sering tertawa begitu lihat blitz kamera, hehe....

Note: di pipi sebelah kiri ada memar biru krn minggu siang tgl 2 Des abis jatuh dari kursi (kebentur meja), papa Surya sempet pegangi tangan Surya biar gak sampai jatuh beneran tetapi pipi Surya yg mengenai meja ....... thanks to God gak sampai kena kepalamu nak :)


Tambahan: kemarin kita dibikin kaget oleh Surya gara-gara Surya ternyata udah bisa menghabiskan permen dari bungkusnya..... kita tidak nyangka kalau Surya bisa melubangi bagian tengah bungkus permen tsb dengan giginya, trus diisap-isap sampai permen jadi kecil.... ck ck ck Surya sekarang udah tambah pinter & kebetulan rasa permen tsb manis pantesan Surya suka.

Photo 3D of Surya when he was 12 month


Created by uncle Ming Lie
© 2007 Djoko Purnomo

Video clip perkembangan janin (9 months)

Song of today :



Faye Wong - Eyes on Me