Tulisan ini dibuat setelah mengikuti acara Business Art nya Mario Teguh, wow rasanya kayak di recharge lagi, apalagi momentnya pas banget nih, abis liburan, dimana saya dan mungkin teman2 banyak yang merasa malas kembali bekerja. Ini sedikit rangkuman dari apa yang saya tonton. Met membaca………
- Pekerjaan adalah sarana mengubah kualitas hidup. Banyak dari kita bekerja dengan harapan dapat hidup menjadi lebih baik dimasa yang akandatang. Untuk itulah banyak yang merencanakan liburan dengan harapan setelah berlibur maka kualitas hidupnya menjadi lebih baik. Tapi sadarkah kita bahwasanya banyak sekali (sebagian besar dari kita) yang pusing tujuh keliling setelah berlibur. Membayar utang karena berlibur sering gesek credit card, kembali mengisi celengan karena uang habis terkuras ?
Kita seringkali lupa dan lalai mengingat bahwa liburan yang direncanakan sesegera setelah kita melakukan pekerjaan adalah KESENANGAN DEKAT. Kesenangan Dekat ini akan menghabiskan hasil yang kita dapat dari bekerja selama satu tahun. Banyak dari kita yang lupa merencanakan KESENANGAN JAUH (hari tua/amal kebaikan menuju kematian atau hari akhir).
Seringkali kita menggunakan LIBURAN sebagai PENGHINDARAN atas kewajiban/pekerjaan yang seyogyanya kita lakukan. Orang yang melakukan hal seperti ini memisahkan kesenangan dengan kewajiban, padahal idealnya/seharusnya berliburlah didalam pekerjaan kita. Oleh karenanya banyak yang mengukur keberhasilan dirinya dengan keren2an berlibur dan menghabiskan uang banyak.
"Orang yang merasa keren dan pakai barang mahal adalah org yang lebih murah daripada barang itu sendiri. Orang yang berlibur dengan liburan mahal adalah orang yang lebih murah dari liburan yang seharusnya ia nikmati itu. Orang yang keren adalah org yang BERDAMAI dengan dirinya. Karena pelana tidak menjadikan keledai menjadi kuda. Banggalah dengan diri anda sebagaimana anda adanya"
Bagaimana agar tetap fokus kepada rencana yang di set di awal tahun? berliburlah dalam kehidupan anda. Biasakanlah memberi hadiah atas sebuah kebaikan. Tepuk pundak sendiri dan katakan "you did a very good job", krn kita butuh pujian. Hadiahi diri sendiri.
Bagaimana menghadiahi liburan yg menyenangkan. Teknik sandwich. Tau dimana anda berada. jangan sombong krn ingat, ada yang lebih kaya dan jangan sombong krn ada yg lebih miskin. Know where you stand sehingga perjalanan anda menjadi jelas.
SUPER TIP : Jangan simpan tenaga anda utk sebuah kehidupan yg sedang anda tunggu, krn kehidupan telah lama terjadi. Banyak org hidupnya baru bersiap2 pdhl hidupnya telah lama dimulai. Pensiunlah semuda mungkin sehingga semuanya masih masuk akal dijalani. Perbaiki usia pensiun anda, jangan ikuti standard normal (55 tahun).
Mulailah persiapkan KESENANGAN JAUH anda mulai hari ini. Karena kebanyakan orang hidupnya bersaing dengan biayanya, bukan bersaing dengan impiannya, yang mana kalau menang (dari persaingan tersebut) maka pendapatannya hanya sedikit diatas biayanya. Jadi, kejar impian anda dari sekarang.
Rejeki itu adalah akibat, akibat dari apa yang anda usahakan dan impikan. Suami yang kikir terhadap keluarganya, maka Allah tidak akan berpikir utk memberikan anggaran lebih untuk suami tersebut. Orang yang tidak memiliki proyek dalam hidupnya maka Allah tidak akan berpikir untuk memberikan lebih. Karena proyek adalah doa. Segera buat proyek pribadi (beli rumah, beli kendaraan, renovasi, liburan, dll) dan berdoa dan berusahalah agar proyek tsb berhasil.
Seberapa sering anda berdoa untuk kebaikan org lain dibandingkan dgn utk diri sendiri ? Berdoalah agar anda mampu membahagiakan org lain, berdoalah untuk org lain
WISE CARD dari Mario Teguh
Janganlah menjelaskan mengapa anda belum mencapai yg belum anda capai, tetapi segeralah bekerja menyelesaikan yg telah jelas bagi anda. Ini akan menuntun pekerjaan lain yang besar. Perbesarlah kesungguhan dlm pekerjaan apapun yang menjadikan anda besar. Miliki kesungguhan baru dan terlibatlah pada kesibukan2 yang membahagiakan orang lain. Buatlah diri anda penting bagi org lain.
HASIL AKHIR kadang mengganggu kesungguhan kita. Bagaimana menyikapinya? Hasil yang anda terima tdk boleh dilihat sbg sesuatu yang final. Org yang mengeluh adalah org yang melihat masalahnya permanen, orang yang sombong adalah orang yang melihat keberhasilannya permanen. Hasil anda adalah PEMUNGKIN untuk hasil yang lebih baik. Gunakan apa yg ada sekarang sebagai pemungkin untuk hasil yang lebih baik yang dapat menuntun anda mencapai impian anda
RANGKUMAN
Hidup yg paling baik adalah a life of vacation, hidup seindah liburan, karena dijalani dgn gembira. Sesuaikan rasa dan hati anda sesuai dengan kualitas yang anda harapkan.
Welcome Note
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)
MY OATH TO YOU
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.
FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU
Surya's reply :-D
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......
LOVE YOU, MOMMY.... !!!
Mario Teguh: Vacation and Life
Pentingnya Bermain Bebas...Sebebas-bebasnya bagi anak!
Meningkatnya tingkat pendidikan orangtua dan meningkatnya persaingan di dunia kerja (yang dirasakan orangtua), sedikit banyak berpengaruh pada bagaimana mereka mendidik anak-anak. Tak heran kini sering sekali terdengar, bagaimana antusiasme orangtua dalam mendidik anak-anak. Metode mengajarkan membaca, menghitung, bahasa asing pada anak pra sekolah (bahkan untuk bayi) begitu diminati oleh para orangtua. Kursus bahasa asing, kursus berhitung cepat, kursus yang berkaitan dengan bakat, laris bak kacang goreng.
Hal ini juga pernah saya alami, walau tak sedahsyat yang dialami orang lain (mungkin).
Ketika mengasuh anak saya yang pertama, walau berusaha tetap berpegang pada prinsip pengasuhan yang saya pahami, saya berusaha menstimulasi anak saya secara sistematis, karena masa prasekolah diyakini sebagai masa emas (golden age) kata pra ahli.
Didukung oleh karakter anak saya yang serius, klop sudah dengan niat saya untuk mengajarinya secara "sistematis" . Proses mengajarkannya saya selalu usahakan dengan cara bermain, cara yang menyenangkan. Saya tak ingin merusak masa kanak-kanaknya. Ketika teman-temannya belajar dengan gaya yang lebih serius, saya berusaha mencari metode-metode dalam kerangka fun learning. Hasilnya memuaskan, di usia pra sekolah ia telah lancar membaca, menghitung dan menulis. Padahal saya mengajarkannya dengan santai lho, fun learning gitu...saya yakin tidak melakukan kesalahan, dalam arti merusak masa kanak-kanak anak saya dengan "belajar yang serius". Saya yakin dunia anak adalah bermain. Minat belajar, minat membacanya juga sangat bagus, karena saya membacakan buku sejak bayi.
Dengan kompetensinya tersebut, saya optimis dia tidak akan mengalami kesulitan di dunia sekolah. Namun apa ,mau di kata...di usia sekolahnya.. .saya malah mengalami kesulitan. Anak saya mogok sekolah!
Duh rasanya bingung sekali, awalnya saya curiga sekolahnya yang nggak bener. Memang sih ada hal-hal yang kurang bagus. Saya coba komunikasi dengan sekolah. Sedikit-sedikit keluhan saya ditanggapi oleh sekolah, saran-saran saya mereka terima dengan baik dan perbaikan-perbaikan pun dilakukan. Tapi anak saya tetap mogok!
Alhamdulillah, komunikasi saya dengan anak cukup baik, semua aspek yang mungkin mengganggu, saya gali semua. Setelah semua saya nilai sudah ok, anak saya kok ya tetap mogok.
Saya telp rekan saya, konsultasi ke psikolog yang kebetulan sahabat saya, yang tahu anak saya dari sejak kecil. Setelah mendengarkan kebingungan- kebingungan saya, dia bertanya "apa saya sering bermain dengannya?" "apa ia ada kesempatan untuk berekspresi beragam emosi: terkejut, misalnya". Saya menjawab di lingkungan rumahnya sekarang ia ada banyak kesempatan bermain dengan teman-temannya (bermain sepeda). Lalu teman saya menjelaskan kalau beda lho bermain bersama teman, dengan bermain bersama orangtua. Efek terhadap perkembangan emosinya berbeda. Bermain dengan teman penting, bermain dengan orangtuapun tak kalah penting.
Deg! Awalnya ada perasaan menolak untuk mengakui kesalahan... .
Telpon saya tutup, dan saya merenung.
Apa mau di kata, benar apa kata teman saya.Mungkin stimulasinya benar, fun ...tapi kesempatan atau porsi waktu dia untuk bermain bebas: kurang! Apalagi bermain bebas dengan saya, kurang. Stimulasinya kebanyakan motorik halus dan kognitif.
Anak saya menjadi anak yang kaku, kurang berani, kurang insiatif, kurang percaya diri, takut pada situasi baru.....
Hal ini berbeda dengan anak kedua saya yang memiliki sifat berlawanan dengan kakaknya. Berbeda karena selain karakter bawaannya berbeda, saya mengasuhnya dengan cara berbeda. Anak kedua lebih banyak saya lepas untuk bermain sebebas-bebasnya.
Ketika bermain bebas, anak punya inisiatif untuk memilih permainan, menciptakan permainan, role playing, berekspresi bersama teman-teman, bertengkar, menyelesaikan masalah, terkejut, menangis, tertawa terbahak-bahak. Ekspresi emosi bisa mengalir sepuasnya.
So ternyata bermain bebas...sebebas- bebasnya penting banget. Saya coba ubah cara saya mengasuh anak pertama, saya beri dia kesempatan untuk bermain yang seru-seru, permainan motorik kasar, yang penuh tantangan. Permainan seru-seruan dengan teman-temannya dan juga dengan kami orangtuanya.
Syukurlah hari ini dia sekolah dengan senyuman, semoga besok dan seterusnya dia selalu tersenyum.
Ditulis oleh lita edia
http://www.litaedia.blogspot.com/
Tips / Cara untuk menciptakan/mencetak anak cerdas, jenius dan kreatif
Setidaknya ada 5 hal yang harus diperhatikan betul:
1. Makanan
Ini amunisi otak yang sangat penting. Anak-anak yang kekurangan gizi umumnya memiliki otak yang kurang berkembang. Konsumsi ikan yang cukup, ASI, vitamin, dan mineral merupakan amunisi yang tepat bagi otak. Apa pun kursus yang Anda berikan untuk anak anda tanpa memberinya makanan yang tepat, samalah artinya dengan mengisi ruangan tanpa menguatkan dinding-dindingnya. Gizi adalah bahan baku proses-proses seluler, terutama untuk pembangunan struktur otak.
2. Lingkungan
Makin bervariasi lingkungan hidup anak Anda, makin baik perkembangan otaknya. Warna, bentuk, orang-orang yang berbeda, suasana yangbervariasi, dan lain-lain lebih mudah menstimulasi otak dibandingkan yang homogen. Jika Anda menciptakan lingkungan yang kaya dengan permainan, otak anak Anda berkembang dengan sangat pesat. Karena itu,sebisa mungkin, tempat tidur, tempat belajar (terutama disekolah-sekolah), dan ruangan keluarga dapat diubah setiap jangka waktu tertentu. Anda perlu juga mengajaknya ke tempat-tempat yang penuh dengan hal-hal baru, seperti di pantai, gunung, dan lain-lain. Semakin bervariasi lingkungan, semakin cepat koneksi sel saraf terjadi.
3. Pengalaman emosional
Sistem limbik lebih dulu matang dibandingkan dengan kulit otak. Akibatnya, anak-anak menjadi sangat peka terhadap rangsangan dan pengalaman emosional. Semua pengalaman emosional yang diberikan padarentang usia 0-7 tahun ini akan sangat berpengaruh dalam membentuk jalinan antar sel saraf. Pada usia ini, kontrol diri, kesabaran, kerjasama, empati, dan lain-lain lebih mudah dilatih dan tertanam kuatd alam otak dibanding berhitung, membaca, atau kegiatan-kegiatan kalkulatif lainnya. Jangan lupa, kematangan emosional ini lebih menentukan kesuksesan anak Anda di masa depan ketimbang kemampuan berhitung dan main komputer.
4. Stimulasi rasional
Hal-hal yang baru (novelty), menantang (challenge), padu (coherent),dan penuh makna (meaningful) lebih cepat memengaruhi otak ketimbang hal-hal yang lazim dan biasa. Jika setiap hari Anda memperkenalkan kata-kata baru kepada anak Anda, teknik-teknik baru dalam berhitung, tugas-tugas yang menantang dan penuh makna (misalnya, membuat percobaan fisika yang berkenaan dengan hal-hal sehari-hari), otaknya akan lebih cepat berkembang. Hal-hal yang menantang, seperti menemukan bentuk tertentu dalam banyak bentuk, dapat memperbanyak hubungan sel saraf. Origami (seni melipat kertas) adalah salah satu cara memperbanyak hubungan sel saraf. Attention of details juga merangsang otak. Berikan sebuah batu kerikil atau dedaunan kepada anak-anak. Mintalah mereka mencermati alur, warna, bentuk, dan ciri-ciri lain yang tidak tampak jika hanya dilihat sepintas. Perhatian pada hal-halk ecil, terutama bentuk dan warna, membuat sinaps saraf bertambah banyak.
5. Aktivitas fisik
Aktivitas fisik memengaruhi otak dengan tiga cara:
1) meningkatkan sirkulasi darah ke otak. Artinya, oksigen, gula, dan zat gizi juga bertambah.
2) Memengaruhi produksi hormon NGF (Nerve Growth Factor);dan
3) merangsang produksi dopamin. Zat ini berfungsi penting dalammenata perasaan (mood) anak Anda. Semakin sering dan terampil ia melakukan kegiatan fisik, semakin baik perkembangan otaknya.
Lima hal di atas tidak berdiri sendiri. Semuanya saling melengkapi dan saling mempengaruhi. Anda tidak boleh mengedepankan dan memprioritaskan satu di antara yang lain. Jika Anda harus memilih yang utama,disarankan untuk melatih emosi anak Anda lebih dulu. Kematangan emosi memerlukan waktu tertentu untuk berkembang. Sedangkan kecerdasan rasional dapat Anda tingkatkan kapan saja Anda mau.
Trauma dengan hair clipper
Hari ini tingkah laku Surya menakutkan... Siang sekitar Pk 13.00 Surya udah bubuk dan ama papa dicukur, eh cuman dapat 30 menit (hampir selesai sih tinggal bagian depan aja), tiba-tiba Surya terbangun dan kaget-kaget trus nangis histeris. Dia berlarian kesana kemari gak mau dipegang oleh siapa pun.... sampai mau sembunyi di bawah ranjang di kamar depan. Nangis terus meronta-ronta agak lama.
Akhirnya Surya berhasil dibujuk papa dengan dibawa turun ke bawa/ke mobil. Dikasih minum gak mau sama sekali, bahkan dia melihat terus ke tangan papa dan mama apakah masih membawa clipper tsb. Sekitar Pk 15.00 akhirnya Surya tertidur di lengan papa dengan dininabobokan di parkiran, papa sampai mandi keringat krn Surya tidak mau diajak naik sama sekali, jadi di depan pintu ruko terus padahal siang itu lagi terik banget (maklum rukonya menghadap ke barat)
Untung Surya mau diajak ke kamar (lebih dingin, hehe).... jadi setengah tidur Surya mau bubuk di ranjangnya. Dapat setengah jam an, papa melanjutkan memotong rambut Surya dengan clipper. Lucunya Surya juga masih terasa, trus bangun langsung pindah tempat tidur (nangis bentar aja). Kita sampai menyembunyikan peralatan semua..... Setelah dibujuk, Surya tertidur lagi dan baru bangun Pk 17.00
Setelah bangun, eh ternyata nangis lagi inget ama clipper tsb..... Akhirnya acara mandi pun hampir aja jadi batal.... tapi setelah mama bujuk2 Surya mau mandi tapi gak bisa lama-lama krn udah sore banget, kuatir Surya masuk angin lagi.
Abis mandi, Surya makan dan malamnya sekitar Pk 19.20 kita berangkat ke BG Mall untuk belanja di Carrefour. Surya happy banget, bahkan kuat angkat-angkat diapers yang lumayan berat, masukkan jeruk sembarangan ke trolley, ambil/ngutil permen Marshmellow 1 pc, hehe... untung gak ditegur nak walaupun terang2an kita ambil & dimakan.
Abis dari lantai 1, kita langsung ke lantai 2 utk lihat-lihat elektronik. Karena udah waktunya minum susu, Surya mama ajak ke tempat furniture (di spring bed anak kita duduk bersama). Eh gak lama ada bunyi spt clipper di dekat kita, ternyata itu suara pompa pelampung yg baru dinyalakan oleh petugas Carrefour di dekat area sepeda anak2 (alatnya tdk terlihat sih tp suaranya cukup keras). Baru mbak Ti ngomong suara ne kok lucu, Surya langsung turun dari tempat duduknya dan berlari sekencang-kencangnya sambil menangis histeris. Surya gak bisa dipegang, begitu dipegang langsung merebahkan badannya di lantai sampai orang-orang di sekitar bingung kenapa. Surya kuat sekali sampai mbak Ti juga gak kuat menenangkan Surya. Digendong pun gak mau. Agak lama akhirnya Surya diam setelah diajak keluar dari Carrefour. Mama langsung ke kasir membereskan barang belanjaan, sementara papa & mbak Ti nunggu di luar.
Aneh sekali pokoknya Surya hari ini. Trauma dan ketakutan ama clipper beserta bunyinya. Papa sampai nyesel nyesel motong rambutnya Surya.
Semoga tidak berkelanjutan aja dan mau diajak masuk ke Carrefour lagi.
Kasihan sekali kamu, mungkin terlalu sering dipaksa sampai jadi trauma. Tapi mama juga bingung ama Surya, anak lain gak sekeras kamu lo..... minum obat susah, dipotong rambutnya apa lagi..... untung aja kalau mama potong kuku pas tidur tidak nangis.... Dibersihkan telinganya juga gak mau, ihiks mama jadi sedih aja ama kelakuan Surya akhir-akhir ini. Oh ya sekarang Surya gak mau gosok gigi, ntar giginya lubang dan hitam seperti Cece Valen lo ya.......
Jika memang benar yg dikatakan orang kalau usia 2 tahun adalah usia pemberontakan/belajar mengeluarkan amarah, mama harapkan tidak lama-lama.... semoga papa mama bisa mengendalikan Surya dengan bijaksana. Surya tidak boleh nakal-nakal karena sebentar lagi sekolah lo.....
Ya udah mama ucapkan met bubuk, jangan diingat-ingat lagi ya hair clipper & suaranya. Tadi mama udah kasih tahu Surya kalau udah dibuang semua :)
GBU son !!!
Milikilah Keceriaan Anak-anak
Cerita Motivasi/Classical Motivation Story (part 4 of 4)
Pengecut mau bunuh diri
Pada suatu hari, tampak seorang pemuda berdiri termangu-mangu di tepi sebuah jembatan dengan sungai yang berair deras dibawahnya. Sesekali matanya menerawang jauh, menarik napas panjang, dan jelas terlihat di wajahnya bahwa dia sedang frustasi dan putus asa. Si pemuda berkata sendiri, ”Semua kenikmatan duniawi telah aku cicipi. Aku pernah kaya, pernah bepergian ke tempat-tempat indah di seluruh dunia. Makanan lezat dan kenikmatan yang dapat dibeli dengan uang juga telah aku rasakan. Tetapi sekarang aku sungguh tidak bahagia. Keluargaku berantakan, anakku meninggal dunia, istriku pun pergi meninggalkan aku. Lalu, untuk apalagi aku hidup di dunia ini? Biarpun aku masih memiliki harta kekayaan, tetapi hatiku kosong dan menderita.” Setelah itu, si pemuda tampak bersiap-siap bunuh diri dengan menceburkan diri ke dalam sungai.
Tetapi, pada saat yang bersamaan, datang seorang pengemis berpakaian kumal menghampiri dia. ”Tuan yang baik, tolong beri saya sedikit uang utk makan. Saya doakan semoga Tuan selalu sehat dan berumur panjang.”
Mendengar permintaan pengemis itu, si pemuda segera mengeluarkan dompet dari sakunya. Ia mengambil semua uang yang ada dan memberikannya kepada si pengemis. Dia berkata kepada si pengemis, ”Ambillah semua uang ini”
”Semua ini?” Tanya si pengemis tidak percaya
”Iya, ambillah semua. Karena di tempat yang akan kutuju, aku tidak lagi memerlukannya,” kata si pemuda sambil mengalihkan pandangannya kembali ke arah sungai di bawah jembatan.
Si pengemis rupanya merasakan sikap pemuda yang agak janggal. Sambil memegang dan memandangi uang itu sejenak, kemudian cepat-cepat dikembalikannya uang itu sambil berkata, ”Tidak ah, tidak jadi. Aku memang seorang pengemis, tetapi aku bukan seorang pengecut. Ini, bawalah uang ini bersamamu ke sungai itu.” Pengemis itu pun segera pergi dari sana sambil berteriak lantang, ”Selamat tinggal tuan pengecut!”
Mendengar ucapan pengemis, pemuda yang ingin bunuh diri itu terpana kaget. Perasaan puas dan bahagia sejenak yang dirasakan karena bisa memberi uang ke pengemis, lenyap seketika. Dia sangat ingin si pengemis menerima pemberiannya, apalagi di saat ia akan mengakhiri hidupnya, tetapi itu pun tidak bisa.
Tiba-tiba, pemuda itu sadar, bahwa apa yang dirasakannya tadi, yaitu dengan memberi kepada orang lain, telah membuat dirinya merasa bahagia. Ini merupakan sebuah perasaan dan pengetahuan baru bagi pemuda itu. Kemudian, dia kembali memandang ke arah sungai itu sekali lagi, lantas berpaling dan berjalan pergi mengejar si pengemis. Dia ingin mengucapkan terima kasih dan memberitahu bahwa dia tidak akan menjadi seorang pengecut. Dia berjanji di dalam dirinya, bahwa dia akan kembali berjuang, untuk mendapatkan kebahagiaan dengan memberi kepada orang-orang yang membutuhkan.
Pembaca yang budiman,
Begitu mengenaskan mendengar orang mengakhiri hidupnya dengan jalan pintas. Dan terasa lebih mengenaskan lagi kalau kita mendengar orang bunuh diri hanya gara-gara masalah sepele. Keberanian harus diletakkan dalam porsi yang benar. Karena hidup akan lebih mulia bila mental yang tertanam adalah ”berani hidup” daripada ”berani mati”
Kita melakukan itu semau karena sebuah alasan yaitu: ren sheng shi yi zhong ze ren, hidup adalah tanggung jawab! Laksana seorang pejuang, apapun medan pertempuran di depan yang akan kita hadapi, kita harus punya keyakinan, bahwa kita punya kewajiban untuk menyelesaikannya. Kita punya tanggung jawab untuk menjalaninya. Apapun hasil nantinya, nilai kenikmatan sejati sebenarnya terletak pada proses perjuangan itu sendiri. Apalagi, jika hasil perjuangan itu bermakna pula bagi orang lain.
Karena itu, hidup kita juga akan jauh lebih bermakna jika kita bisa memberi sesuatu kepada orang lain. Itulah salah satu bentuk tanggung jawab kita sebagai manusia. Dan jika ini kita sadari sepenuhnya dan kita perjuangkan dengan tekat kuat dilandasi ketulusan hati, maka kesuksesan yang kita raih akan jauh lebih berarti. Dengan begitu, saat menghadapi tantangan, mental kita akan semakin terlatih dan siap menghadapinya dengan penuh keberanian. Mari, jauhkan diri dari sikap berani mati secara pengecut, tetapi breani hidup secara ksatria. Maka 'huo zhe geng you yi yi', hidup akan jauh lebih bernilai.
Source: 18 wisdom & success - by Andrie Wongso
English:
A Suicidal Coward
A young man was standing thoughtfully on a bridge. The currents of the river below were very strong. With a far-away look in his eyes, he would sometimes sigh. He was frustrated and desperate. Then a thought arose in him, “I am very rich. I have known all the pleasures of this world. I have visited the most beautiful places, tasted the most delicious foods, and enjoyed all the pleasures that money could buy. Yet I am very unhappy now. My family is falling apart. My children died and my wife left me. I can not stand it any longer. Although I still have my wealth, my hearth is so empty and I suffer a lot.” He intended to commit suicide by jumping into the raging water.
When he was about to do it, a filthy beggar approached him, “Sir, please give me some money to buy some food. I will pray for your health and long life”
Hearing this, he took out the wallet from his pocket. He took all his money and gave it to the beggar, “Take all of this,” he said.
“All of this?” the beggar repeated. He could not believe his luck.
“Yes, take it all. I am going to a place where I won’t need it any more,” said the man. He looked back at the river below.
The beggar felt something was wrong in this man’s attitude. After looking at the money and holding it for a while, he hurriedly returned it and said, “No, I won’t take it. I am a beggar but I am not a coward. I don’t want to receive any money from a coward! Bring your money with you to the river.” He walked away quickly and shouting, “ Good bye, Mister Coward!”
Hearing what the beggar said, the man was very shocked. The satisfaction and happiness of giving his money to the beggar disappeared instantly. He really wanted the beggar to accept his money before he committed suicide, but the beggar refused it.
At that moment, he suddenly realized that the feeling that he felt just now, the good feeling coming from giving others in need, had given him happiness! It was a new feeling and experience for him. He looked at the river one more time, turned around, and walked away – trying to catch up with the beggar. He wanted to thank him and tell him that he did not want to be a coward. He promised himself that he would keep struggling to attain happiness by giving those in need.
Dear kind readers,
It is a shame to see someone end his life by committing suicide, especially over a simple matter. Courage should be put in the right place. Life will be more respectable if we have “the courage to live” rather than “the courage to die”
What is the reason behind this? Life is a responsibility, ren sheng shi yi zhong ze ren. As warriors, no matter what kind of battles we are going to face, we must have the confidence that we have the responsibility to come to the finish line! We have the duty to carry on. Regardless of the results, the true enjoyment lies on the struggling process. The satisfaction will even be greater if the results are also beneficial for others.
How meaningful our life is if we can give something to others. It is one of our responsibilities as a human being. If we truly understand this and do it sincerely, the success we gain will even be more valuable. This way, when we meet challenges, our mentality is already well trained so that we can face them courageously. So, let us restraint from dying a coward and fill our life with the courage to live as a warrior, huo zhe geng you yi yi. Life is worth living!
3 hari dalam hidup ini

Puisi kepada Anakku
Kepada Anakku
Tanganku sibuk sepanjang hari
Aku tak punya waktu luang
Bila kau ajak aku bermain,
Kujawab, " Ibu tak sempat, Nak!"
Aku mencuci baju, menjahit, memasak,
Semua untukmu.
Tapi bila kautunjukan buku ceritamu,
Atau mengajakku berbagi canda,
Kujawab , " Sebentar, Sayang."
Di malam hari kutidurkan kamu
Kudengarkan doamu,
kupadamkan lampu
Lalu berjingkat meninggalkanmu
Kalau saja aku tinggal barang satu menit lagi.
Sebab hidup itu singkat, tahun-tahun
Bagai berlari ..
Bocah cilik tumbuh begitu cepat,
Kamu tak lagi berada di sisi Ibu,
Membisikkan rahasia-rahasia kecilmu.
Buku-buku dongengmu entah di mana,
Tak ada lagi ajakan bermain,
Tak ada cium selamat malam,
Tak kudengar lagi doamu,
Semua itu milik masa lalu.
Tanganku, dahulu sibuk, sekarang diam.
Hari-hari terasa panjang membentang.
Kalau saja aku bisa kembali ke masa lalu
Menyambutmu hangat di sisiku
Memberimu waktu dari hatiku !.
Kita melakukan banyak kekeliruan dan kesalahan,
tapi kejahatan kita yang utama adalah mengabaikan anak,
menyepelekan MATA AIR KEHIDUPAN.
Banyak kebutuhan kita dapat ditunda.
Tapi anak TIDAK DAPAT MENUNGGU !!!
Kini saatnya tulang-belulangnya dibentuk, darahnya dibuat, dan nalurinya dikembangkan. Padanya kita tidak dapat menjawab, "BESOK" , sebab ia dijuluki " HARI INI "
by GABRIELA MISTRAL (Children winner of NOBEL Prize for Poetry)
Liburan Surya ke Papuma, Jember
Papuma, 02-04 Oktober 2008
Liburan Lebaran kali ini Surya diajak ke Pantai/Tanjung Papuma di kota Jember krn kebetulan papa tutup toko. Sementara belum berani bawa Surya berlibur jauh-jauh karena baru pertama kali ini Surya menginap, kuatir Surya rewel; eh kenyataannya Surya tidak rewel bahkan menikmati liburan kali ini (bubuk dan pup tidak ada masalah). Acara makan juga lancar karena mama bawain TV kecil, pas pulang aja Surya susah makannya mungkin krn kepanasan.
02-Oct-2008
Kita berangkat dari Surabaya Pk. 08.30 bersama dengan Ii Lili dan Ii Lisa sekeluarga. Waibo batal ikut karena alasan capek. Tiba di Jember sekitar Pk. 13.30 dan kita lunch dulu di Mangli Terapung Resto, sekitar Pk 15.00 an kita baru check in di Penginapan Papuma. Beruntung kita semua dapat kamar yang bagus & strategis krn letaknya persis di depan pantai (namanya Jati 1 – 3). Pas dibooking kan Ii Lilik kita cuman dapat 1 kamar aja di Jati, 2 kamar sisanya di Mahoni (lebih jelek). Pas tiba di lokasi, ternyata 2 kamar Jati tsb batal dipakai orang; jadinya pas kita dapat 3 kamar Jati. Wah kalau tidur di Mahoni Surya pasti rewel krn kamarnya kecil dan AC nya masih AC lama alias window jadi bersuara kalau dinyalakan. Belum lagi lampu nya sering mati (kebetulan kakak Iciang Cen Long tertarik dan menyusul ke Papuma pd malam kedua)
Begitu tiba di Tanjung Papuma (setelah melewati jalan yg bebatuan diapit pohon-pohon jati & tebing yg lumayan tinggi) , kita ganti-ganti dulu trus langsung main di pantai. Koko Marcel langsung berenang, sementara Surya malah takut ama air laut gara-gara ada ombak datang. Surya cuman bermain pasir ama Cece Valencia, bosan bermain air Surya main bola ama papa. Puas bermain di pantai kita balik ke kamar, mandi-mandi dan diteruskan makan malam di pinggir pantai. Ternyata daerah ini masih belum ada listrik, nyala lampu dan AC dari genset.
Mulai berangkat sampai malam ini Surya tidak rewel..... bahkan sempet bubuk di mobil, trus nonton film favoritnya. Malam pun langsung bubuk, saking capeknya kali ya..... Papa mama akhirnya lega karena Surya sangat menikmati perjalanan di mbl dan di lokasi.
03-Oct-2008
Bangun pagi kita jalan-jalan dulu di pinggir pantai sekalian berolahraga..... Pk 6.00 pagi Surya udah bangun sih. Abis jalan-jalan kita bercengkrama dengan Cece Valen di depan penginapan krn Koko Marcel nya udah berenang di pantai. Surya sempet difoto di depan penginapan buat kenang-kenangan. Juga kita sempet ngasih makan ama monyet-monyet di sekitar penginapan. Mereka masih takut-takut pas ngambil kue dari kita, untung aja itu monyet sudah jinak. Sekitar Pk 11.30 Surya makan siang dengan daging cincang yg dibawain Ii Lili dan telur dadar. Kita masak-masak sendiri di penginapan.... makanya 2 bagasi mobil penuh dengan barang bawaan krn kita bawa kompor sendiri, belum lagi bawa bantal guling, hehe. Siang Pk 14.00 kita ke pantai lagi bermain pasir, mama sempetin bermain-main air di pinggiran pantai krn gak bisa berenang. Sekitar Pk. 17.00 kita kembali ke kamar utk mandi. Kulit kita tidak terlalu terbakar karena matahari tidak pas di atas kita..... Malam kita dinner lagi di pinggir pantai, kali ini ikannya bertambah 2 macam, ada ikan rasa kepiting. Tapi sayang sekali Surya tidak suka menu ikannya. Jadi Surya makan malam dengan telur dadar yang dimasak siangnya. Mama tidak terlalu kuatir dengan menu Surya krn udah bawa goreng tempe & kentang kering, krupuk, abon dan kecap manis. Surya tetap makan tetapi tidak banyak.
04-Oct-2008
Seperti hari sebelumnya, Surya nyenyak tidurnya, bahkan pup/bab pun bisa tiap hari.
Pagi ini kita tidak terlalu lama di pantai, jadi cuman jalan pagi aja krn Pk 12.00 sudah harus check out. Hari ketiga ini ada accident kecil, jari tengah & manis Surya terjepit pintu mobil. Pintu mobil tertutup otomatis krn kena angin dan tangan Surya megangi pintu sementara mama lg membuka pintu belakang krn Ii Lisa mau ambil air minum. Surya menangis dengan kencangnya, sementara papa marah-marah sama mama kayak orang kesurupan. Walaupun mama salah tapi tangan Surya udah terjepit, mana bisa waktu diputar lagi ke belakang. Jari Surya ada luka tetapi tidak sampai biru.... cuman diurut ama minyak tawon. Semoga tidak ada cacat aja; mama benar-benar tidak sangka pintunya nutup sendiri padahal mama cuman membantu membuka dan menutup pintu sebentar aja. Abis nangis Surya langsung bubuk, jadi gak sempet makan siang. Bangun-bangun Surya udah di perjalanan pulang dan Surya langsung inget ama jarinya yg kecepit, hehe. Begitu bangun Surya langsung menunjukkan jarinya dan bilang kecepit intu. Semoga lekas sembuh lukanya dan tidak ada yg patah seperti yg dikuatirkan berat oleh papamu.
Demikian cerita perjalanan Surya kali ini ke luar kota dan menginap pertama kali. Karena Surya tidak rewel dan bisa bubuk, pasti kalau ada libur lagi diajak keluar kota untuk melihat pemandangan alam dan pembelajaran buat Surya. Di kota kita seringnya lihat mall mall aja.
Note: Tanjung Papuma adalah obyek wisata yg masih dikelola oleh Perum Perhutani Unit II Jatim. Lokasi bersebelahan dengan Watu Ulo tetapi di Tanjung Papuma pasirnya putih. Masih asri, masih banyak ditemukan pohon jati, sayang pengelolaan sbg obyek wisata kurang maksimal.
