Lilypie Kids birthday PicLilypie Kids birthday Ticker
Google

Welcome Note

This site/blog will tell the world more about my lovely son, named Agus Surya Yoewira or Yoe Wen Yang (his Chinese name). Beside uploading his photos and stories, I will also quote nice, spiritual and touching stories or articles from other resources. Hope this site/blog will be inspiring and useful for other moms in this world.
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)

MY OATH TO YOU

When you are sad, ………………. I will dry your tears
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.


FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Surya's reply :-D

Every love that you've been given to me
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......

LOVE YOU, MOMMY.... !!!

Surya's Slide Show! (new born until 2 years old)

"Bola Kaca, Bola Karet"

Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik,

"Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dgn lima bola di udara.

Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan:
· Pekerjaan
· Keluarga
· Kesehatan
· Sahabat, dan
· Semangat

Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jgn sampai ada yang terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb, lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali, namun 4 bola lain seperti: Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA.
Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!

Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.
Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan yg adalah bola karet, bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tsb.

Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga.

Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan.

Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting, jgn sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan uang masih bisa kita cari lagi, tapi jika Keluarga sudah terjual, kemana kita membelinya lagi?

Lihat kisah Yusuf yang meski pernah dibuat miskin, habis-habisan, dan sengsara oleh kakak-kakaknya, tapi tetap tahu bahwa Keluarga lebih penting dari penderitaannya itu.

Uang hilang masih bisa dicari, tapi apa kita bisa membeli Sahabat?

Uang hilang masih bisa dicari, tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis?

Jagalah prioritas hidup Anda tetap seimbang.

SIMPLE AND MEANINGFUL


















One day, the young lion asked his mom: "Mom, where is the happiness?"

Mom replied: "It's on your tail."

So the young lion keeps on chasing after his tail. But after a whole day of trying, he failed to get the happiness that was on his tail.

Then he told his mom about this, his mom smiled and said: "Son, you don't really need to chase after your happiness, as long as you keep going and moving forward, your happiness will always be with you."

Wish everyone of you find your happiness.

You can't decide the length of life, but you can control how you want to live it.
You can't control the weather, but you can control your mood.
You can't change your look, but you can smile.
You can't control others, but you can control yourself.
You can't foresee tomorrow, but you can utilize today wisely.
You can't win everything, but you can try your very best to achieve that.

Hope everyone can face the daily life positively and always be happy ..

Surya terima rapor semester ke II :)

15 Jun 2010

Surya bln Juni ini udah rapotan semester ke II (Kelompok Bermain). Hasilnya adalah :

1. Agama: dpt menunjukkan sifat ramah dan mengasihi sesama, mampu berdiam diri dan dengan tenang mendengarkan, melaksanakan kegiatan tentang cerita kitab suci serta meniru pelaksanaan kegiatan ibadah secara sederhana.

2. Bahasa Indonesia: anak dapat menirukan kembali 3-4 urutan kata, membuat coretan sederhana, menjawab pertanyaan tentang keterangan/informasi secara sederhana serta dpt menyebutkan waktu pagi, siang dan malam

3. Moral & Kognitif: anak dapat mengucapkan salam, selalu bersikap ramah, mau mengalah, mengembalikan mainan ke tempatnya setelah digunakan, dapat memasangkan benda sesuai pasangannya, bisa menyebutkan nama2 hari dan bulan

4. Seni: anak dapat menggambar bebas dengan berbagai media spt pensil warna, krayon & spidol. Anak dapat menggerakkan kepalan tangan atau kaki sesuai irama musik.

5. Bahasa Inggris: Rata-ratanya C.

6. Bahasa Mandarin: B (lebih pintar menyerap bahasa dan pelafalannya lbh jelas)

7. Komputer: A

Komentar Bu Guru: Mohon untuk terus dibimbing agar lebih percaya diri.


Perkembangan Surya:

- Lumayan banyak kemajuan, suka cerita walaupun bicaranya kurang begitu lancar trus kalau menyebut angka sering disengaja dengan membaca per angka, spt 100, dia bacanya satu kosong kosong sambil tertawa. Udah bisa bilang sedih. "Wen Yang sedih ma", haha tapi dia belum mengerti makna sesungguhnya dari sedih, abis sambil tersenyum gitu walaupun tangan megang dadane. "Wen Yang sedih sedih karena potong rambut". Maksudnya nangis kali ya...

- Mulai belajar pake celana dalam dan pergi/sekolah udah gak pake pampers

- Minum susu masih pakai botol & dot (kalau malam saja)

- Kalau mama pulang kerja selalu disambut dengan "hallo mama", kalau dikasih apa2 dah pinter bisa bilang terima kasih... trus kalau kita yang bilang terima kasih/thank you, dia akan balas dengan U're Welcome. Kalau mau bubuk bilang good nite and see you ke pengasuh nya, mbak Tri.
- Oh ya udah sebulan ini mama panggilkan guru komputer buat Surya tapi hasilnya blm terlalu keliatan, Wen Yang masih keras kepala tuh, diminta mewarna ntar dicoret2, duhhhh udah bayar mahal2 nak...

PERKEMBANGAN MEME LUNA :

Memenya blm mau merangkak, pingin langsung jalan aja... Gigi udah tumbuh 2 di bagian bawah.... Udah bisa ngomong papa, mama, dada, keke (maksudnya koko kali ya). Beratnya lumayan udah 9 kg di usia hampir 10 bln ini. Motorik: udah bisa dada/bye bye & toast. Baca buku nomer satu dan senengnya gambar Minnie Mouse & Desy Duck spt gambar di celana pendeknya mama. Nonton TV seneng juga, jadi kalau kokonya lagi stel Teletubbies, meme juga ikutan liat sampai melongo seringnya, hehe.....

Meme kalau tidur udah gak rewel, tanpa digendong2; jadi tidur bersebelahan sama mama di ranjang besar sambil ngedot empengnya, ntar kalau udah tidur beneran baru mama pindah di box

Foto2 mereka adalah :








Ini foto Surya pas pakai kostum semut di acara wisuda kakak kelas TK-B (05 Jun 2010). Surya sebenarnya dah pintar mau pakai kostum tsb, eh pas disuruh naik ke panggung gak mau malah nangis, akhirnya formasi semutnya kurang 1 dong. Kalau teman Surya yg bernama Dave seharusnya pakai kostum kumbang juga nangis gak mau pakai, tapi anaknya berani maju dan menari. Mama tidak bisa membujuk Surya, termasuk Miss Filo dan Miss Dita. Surya senjatanya nangis aja saat itu.... Jadi kita tidak berani memaksa. Ntar kalau udah TK A, Surya harus lebih berani ya.....

CINTA KUPU-KUPU

Kisah cinta yang mengharukan..........

Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang laki-laki dan perempuan yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia.

Mereka saling mengasihi satu sama lain. Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang perempuan menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-memanggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun.

Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan Agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.

Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si perempuan telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan dan akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan perempuan yang setia dan teguh itu, lalu Ia memutuskan memberikan kepada perempuan itu sebuah pengecualian kepada dirinya. Tuhan bertanya kepadanya "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".

Si perempuan tanpa ragu sedikitpun menjawab "Ya".Tuhan berkata "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?".

Si perempuan terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".

Hari telah terang. Si perempuan telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon Diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Hasilnya, lelaki itu benar-benar telah siuman bahkan ia sedang berbicara dengan seorg dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu.

Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang dari jauh kekasihnya sendiri. Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang perempuan pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang perempuan telah pergi kemana.

Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang perempuan yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? Hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.

Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki.

Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang perempuan cantik.

Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari Natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter perempuan itu.

Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala. Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa perempuan itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang perempuan lain sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara ia dengan perempuan itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini.

Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si perempuan, mencium lembut wajah perempuannya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan perempuan itu. Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan "saya bersedia menikah dengannya!".

Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan perempuan itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.Dengan pedih hati Tuhan menarik napas "Apakah kamu menyesal?". Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya "Tidak". Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".

Hari ini kita belajar satu hal : Mencintai seseorang tidak mesti harus memiliki, namun memiliki seseorang yang kita cintai maka harus baik-baik mencintainya.

Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut,…………………..KIDUNG AGUNG 8:6

ROTI GOSONG

Penulis : Tak Diketahui

Sumber : Broadcast Message di BlackBerry Messenger

Ketika aku masih anak perempuan kecil, ibu suka membuat sarapan dan makan malam.Dan suatu malam, setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari...malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah. Saya ingat saat itu menunggu apa reaksi ayah !

Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah. Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu. Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: "Sayang, aku suka roti panggang yang gosong."

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong. Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, "Debbie, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!"

Apa yang saya pelajari di tahun-tahun berikutnya adalah belajar untuk menerima kesalahan orang lain, dan memilih untuk merayakan perbedaannya- adalah satu kunci yang sangat penting -untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh dan abadi

3 hal dalam hidup .........

3 hal dalam hidup yang tak pernah kembali:
1. Waktu
2. Perkataan
3. Kesempatan

Kita tak bisa memutar kembali waktu, tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan waktu yang masih kita punya dan memanfaatkan waktu yang ada, walau sebentar, untuk menciptakan kenangan yang berarti^^

Time is free but it's priceless, u can't own it but u can use it. U can't keep it but u can spend it =)

Kita tak bisa menarik ucapan kasar yang keluar dari mulut kita atau statement yang telah membuat harga diri kita lebih penting dari pada menariknya kembali dan mengucapkan maaf.

Kita tak bisa menghapus caci maki yang telah kita katakan hingga membuat orang lain marah, terluka atau menangis.

*Tapi kita bisa membuat apa yang selanjutnya keluar dari mulut kita menjadi lebih banyak pujian dibanding caci maki, lebih banyak syukur dan terima kasih dari pada keluhan atau komplain, dan lebih banyak nasihat positif dari pada sulutan amarah^^

Kita tak bisa mendapatkan kembali kesempatan yang sudah kita lewatkan.

*Tapi kita bisa menciptakan peluang untuk membuat kesempatan-kesempatan lain datang dalam hidup kita dengan lebih memperhatikannya^^

3 hal dalam hidup yang tak boleh hilang:
1. Kehormatan
2. Kejujuran
3. Harapan

Jika kita tidak memiliki uang, dan masih memiliki kehormatan, maka bersyukurlah karena kehormatan merupakan salah satu kekayaan yang masih berharga di mata orang lain.

Jika kita telah kehilangan kehormatan dan ingin memulihkannya, maka pergunakanlah kejujuran untuk meraih kehormatan kita kembali karena orang-orang yang jujur adalah orang-orang yang terhormat.

Jika kita telah kehilangan kehormatan karena ketidakjujuran kita, milikilah harapan bahwa suatu saat mereka akan mengerti alasan dibalik semuanya.

Milikilah harapan bahwa kita bisa memperbaiki kehormatan meski dengan susah payah. Milikilah harapan bahwa meski banyak orang yang takkan lagi percaya karena kita pernah melakukan hal-hal yang tidak jujur, pada waktunya nanti, mereka akan melihat sendiri upaya kita^^

Teruslah bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah berjaga hingga kelesuan itu lesu menemanimu.
Karena di mana ada kemauan, di situ ada jalan^^

3 hal dalam hidup yang paling berharga:
1. Keluarga
2. Sahabat
3. Cinta

Kekayaan bukan soal berapa banyak uang yang anda miliki.
Kekayaan adalah apa yang masih anda miliki saat anda kehilangan semua uang anda.
Jika anda kehilangan semua uang anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki keluarga.
Jika anda kehilangan semua keluarga anda, ingatlah bahwa anda masih memiliki sahabat.

What is the difference between blood and friend?
Blood enters the heart and flows out, but friend enters the heart and stay inside.

Jika anda kehilangan semua keluarga anda dan tak ada satu pun sahabat, maka ingatlah bahwa anda masih memiliki cinta untuk mendapatkan mereka kembali, untuk mengenang masa-masa indah bersama mereka dan untuk menciptakan persahabatan yang baru dengan kehangatan kasih yang mampu anda berikan^^

If love hurts, then love some more.
If love hurts some more, then love even more.
If love hurts even more, then love till its hurt no more^^

Gbu all^^

Perkembangan Surya & Luna (Mei 2010)

















Surya: 3thn 9 bln, kalau Luna udah 9 bln.
Mama belum sempat update jadi foto2nya dulu ya yang dilampirkan mewakili perkembangan kalian :P

11 Kesalahan Orang Tua

Setiap orang tua tentu ingin yang terbaik untuk anak-anaknya, pendidikan, makan atau segala hal kebutuhan mereka akan selalu ingin dipenuhi oleh orangtua, tetapi adakalanya ada hal-hal yang tidak sengaja atau kita sadari bahwa hal itu malah akan membuat anak-anak tidak sampai apa yang ditujukan atau menyimpang dari tujuan utama, misal menjadikan dia tidak mandiri atau suksesketika dia menginjak dewasa nantinya dan ada 11 point kesalahan orang tuayang mungkin pernah kita lakukan.

Berikut ini 11 point kesalahan orang tua tersebut:

1. Ketika dia meniru/mengucapkan kata-kata yang kotor, kita tertawai dia! Hal ini akan membuat dia berfikir bahwa hal ini lucu dan membuat dia untukmelakukan hal itu berulang-ulang.

2. Memuaskan segala keinginannya dalam makan minum, pesta, kemewahan dansegala kebutuhannya. Cobalah untuk memperhatikan dan memilah-milah mana keinginan dia yang memang harus diperlukan dan mana yang tidak boleh kita penuhi. Jika tidak akan membuat anak jatuh dalam frustasi yang membahayakan.

3. Manjakanlah anak-anak Anda. Dengan membiarkan mereka mendikte kita. Cara ini dapat menyebabkan dia akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dunia berhutang sebuah kehidupan pada dirinya.

4. Tidak pernah mendidik atau memberi pendidikan rohani. Membebaskanlah dia mengikuti segala kemauannya dan memutuskan untuk dirinya sendiri dapat menyebabkan dia lepas kendali.

5. Pungutlah apapun yang jatuh atau tergeletak di lantai, mungkin pensil, buku, baju, atau sepatu. Melakukan apa saja hal untuknya sehingga dia akan mampu untuk berpengalaman didalam melemparkan semua tanggung jawabnya kepada orang lain!

6. Ketika si anak mendapat masalah yang besar, memaafkan diri kita sendiri sambil berkata, “Saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk dia…!”. Jangan berputus asa di dalam mendidik anak atau menyesal di kemudian hari.

7. Waspada agar anak tidak terjangkit kuman dengan membersihkan dan mensterilkan peralatan makan tetapi kita membiarkan si anak untuk menontonacara TV yang tidak sesuai baginya atau membaca bahan bacaan yang bukan untuk umurnya, atau bahkan mengakses web yang tidak diperuntukkan untuk dirinya.

8. Aturan atau tata tertib dibuat untuk dilanggar, jadi tidak peduli jika si anak tidak tertib. Maka bersiapkan jika nanti menjadi kehidupan yang membingungkan, kacau dan semaunya sendiri.

9. Sering-seringlah marah tanpa alasan atau sebab yang jelas di depan anak dan tunjukkan bahwa jika kita marah itu sungguh menakutkan! Dengan cara ini mereka tidak akan terkejut jika nantinya mereka akan berpikiran dangkal dan suka membuat onar.

10. Berilah si anak kemudahan-kemudahan. Didiklah dia dengan trik-trik jalan pintas dan jangan membiarkan dia menghadapi tantangan yang berat.

11. Bela dia ketika melawan teman-temannya, gurunya, tetangganya, atau kakaknya. Meskipun dia memang berbuat salah kepada mereka.

Jadi ingat juga ama kutipan yang sempat saya baca beberapa waktu lalu: " Kita diberi waktu 10-12 tahun untuk menyampaikan pengertian yang benar tentang seksualitas manusia kepada anak-anak. Setelah dasar pengertian ini dibangun, kita akan dianggap sebagai sumber informasi terpercaya oleh anak-anak kita pada saat mereka memerlukannya "

Happy parenting everybody (",)

Sumber: dari miling list (author unknown)

Tips berbagi pola asuh kepada kakek-nenek tanpa menimbulkan perselisihan:

Tips berbagi pola asuh kepada kakek-nenek tanpa menimbulkan perselisihan :

Menurut *Dra. Agustine Sukarlan Basri M.Si, *psikolog* *dari LembagaPsikologi Terapan UI, dalam hal keinginan untuk mendisiplinkan anak,sebetulnya orangtua zaman dulu dan zaman sekarang relatif sama.

Namun karena pengalaman hidup yang dialami, kakek-nenek menjadi tidak tega kepada cucunya. Misalnya ketika melihat cucunya seperti tidak mempunyai waktu bermain, karena sibuk les ini dan itu,” ujar Agustine yang akrab dengan panggilan Titin itu.

Pada dasarnya pola asuh itu sifatnya prinsipil, jadi sebenarnya tidak ada pola asuh yang salah, sebab tidak ada orangtua yang ingin menjerumuskan anaknya. Hanya saja cara mengasuhnya itu yang terkadang salah. Ketika bayi baru lahir, kakek-nenek memang menjadi salah satu sumber bantuan, dukungan, dan dorongan. Mereka selalu tahu apa yang harus dilakukan jika cucunya tidak enak badan, tidak mau makan, tidak bersendawa, menangis,dan sebagainya.

“Banyak wanita yang bertanya pada ibu atau mertuanya, sebelum ia menanyakan kepada suami mengenai seputar masalah bayi. Namunb egitu masuk ke masalah pengasuhan anak, tampaknya pengasuhan yang diterapkan orangtuanya atau mertuanya menjadi salah, sehingga timbul ketidaksetujuan dengan mereka,” papar Titin.

Sebetulnya kakek-nenek yang terlalu banyak ikut campur dalam pengasuhan anak tidak akan menjadi masalah jika orangtua sepaham dengan kakek-nenek tentang bagaimana cara mengasuh anak. Namun justru karena berbeda, timbul berbagai masalah, bahkan beberapa pasangan sering bertengkar karena beda paham tentang seberapa jauh orangtua mereka (kakek-nenek) bisa mengasuh anak.

Sebagian besar terjadi karena mereka kurang komunikasi mengenai cara mendidik yang ‘baru’ sesuai dengan zaman untuk anak. “Biasanya kakek-nenek terlalu memanjakan si anak. Aturan yang sudah diterapkan oleh orangtua kepada anak-anaknya justru dilanggar kakek-neneknya. Hal ini dapat menimbulkan perselisihan pada beberapa pasangan,” ujar Titin.

*Ketika kakek-nenek ikut campur*

*Kultur di Indonesia, kakek-nenek cenderung ingin menyenangkan cucunya. Maka ketika orangtua berusaha menerapkan disiplin kepada anak-anaknya, kerap dilihat oleh kakek-nenek sebagai batasan yang tidak menyenangkan cucu-cucunya. Perbedaan semacam ini hendaknya dapat dikompromikan melalui diskusi antara anak dengan orangtua, yang kini sudah sama-sama menjadi orangtua. Dengan demikian, tidak akan ada lagi anggapan bahwa yang tua lebih berpengalaman dan pandai dalam hal mengasuh anak.*

*Kesempatan mengasuh cucu oleh kakek-nenek (*grandparenting*), sering pula dipandang sebagai ‘kesempatan kedua untuk menjadi orangtua’. Sehingga tidak heran banyak kakek-nenek yang ingin terlibat dalam pengasuhan cucu mereka. Tidak jarang pula kakek-nenek ingin terlibat dalam pengasuhan cucu-cucunya dengan alasan untuk ‘menebus dosa’ atas kesalahan atau ketidakmampuan ketika membesarkan anak-anaknya.

Adanya perbedaan pola asuh ini baik langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada kemandirian anak. Misalnya anak akan menjadi kurang mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugas hariannya seperti makan, mandi, atau kurang mandiri dalam menyelesaikan masalah. Namun yang menjadi masalah adalah ketika nenek tidak mengizinkan si cucu makan sendiri, alasannya anak masih kecil, akan berlepotan, berantakan, dan sebagainya. Padahal orangtua tahu bahwa untuk memandirikan anak, anak harus diberi kesempatan untuk makan sendiri sejak kecil. Tetapi campur tangan kakek-nenek dalam pengasuhan cucu, hendaknya tak hanya dilihat dari sisi jeleknya saja. “Ada juga sisi positifnya. Misalnyakakek-nenek dapat berbagi ilmu dan pengalaman dalam mengasuh anak, sehingga anak mendapatkan pengasuhan yang lebih baik seperti pengaturan menu makanan,atau si anak tidak melulu bergaul dengan pengasuhnya,” ungkap *Sri Ratna Sulistiantini, Psi* dari Jagadnita Consulting.

Sisi positif lainnya,biasanya kakek-nenek sering mengajarkan bekal keterampilan kepada si anak. Misalnya menanam pohon, bercerita tentang silsilah keluarga, pengalamanh idup mereka, dan lain sebagainya. Di pihak lain, si anak pun bisa belajar dari segala pengalaman yang sudah dialami oleh kakek-neneknya. Namun Sri menambahkan, jika sikap memanjakan cucu yang ditunjukkan kakek-nenek ini terus dilakukan akan menyebabkan penerapan disiplin yang sudah diterapkan menjadi tidak konsisten. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan si anak memiliki kecenderungan negatif. Bisa jadi si anak akan membantah perintah orangtua dengan berlindung pada kakek dan neneknya, sehingga memperburuk hubungan orangtua-anak.

Selain itu kemampuan anak dalam mengekspresikan emosinya juga terkadang menjadi kurang tepat, misalnya mudah merengek, merajuk, serta kurang percaya diri. “Nenek atau kakek biasanya kurang tegas dan kurang dapat menolak permintaan si anak atau cucunya. Kalau mereka terlalu memanjakan si anak maka pola asuh yang sudah ada akan membuat si anak bingung.

Oleh karena itu orangtua seharusnya memiliki keberanian untuk berbicara dengan kakek-nenek(orangtua atau mertua) mengenai permasalahan pola asuh yang tepat,” ujar Sri.*

*Kompromi dan komunikasi*

Tidak ada yang lebih baik antara tinggal berdekatan orangtua, atau tinggal berjauhan, semuanya ada sisi negatif dan positifnya. Jika pasangan tinggal berjauhan campur tangan kakek-nenek terhadap pola asuh anak memang tidak sedemikian intens. Namun akan sulit melarangnya, jika mereka tinggal berdekatan atau bahkan serumah dengan orangtua atau mertua. Titin memaparkan, jika kakek-nenek terlalu jauh mengintervensi si cucu karena mereka sering tidak diberi peran yang jelas dalam mengasuh anak-anak.“Oleh karena itu pada saat membahas mengenai pola asuh anak, sebaiknya kakek-nenek juga diajak berembug dan berdiskusi serta dilakukan kesepakatan yang baik antara mereka. Misalnya kakek atau nenek bertugas untuk mengajarkan hal-hal yang religius, mengantar jemput sekolah, mengawasi makan, tetapi untuk urusan mengerjakan PR tidak boleh turut campur. Dengan begitu mereka merasa dilibatkan dalam mengasuh cucunya,” papar Titin.Menurut Sri, pertama-tama perlu diberikan pengertian mengenai tahapan perkembangan anak kepada mereka. Sebagai pasangan yang sudah mempunyai pola asuh untuk anak-anaknya, mereka perlu diingatkan kembali akan tahap perkembangan anak sesuai usianya. “Hal ini penting agar kakek-nenek juga mengerti apa yang harus mereka lakukan. Hal-hal yang dapat dikompromikan misalnya penerapan disiplin yang bertujuan untuk melatih kemandirian. Kakek-nenek dalam hal ini bertugas untuk mengawasi saja,” lanjut Sri.

Namun dari beberapa hal yang dikomunikasikan dan dikompromikan, si anak juga perlu diajak berdialog dan berdiskusi. Biasanya mereka yang berusia SD sudah dapat diajak bicara. Misalnya gambarkan risiko yang akan ia dapatkan ketika ia tidak mengerjakan PR dan terus bermain.

“Bagi mereka yang masih kecil (balita), orangtua dapat memberikan contoh misalnya ajak anak untuk makan bersama di meja makan dalam suasana yang lebih menyenangkan. Beri penghargaan positif bila anak dapat melakukannya walaupun masih belum sempurna,” tutur Sri.

Sebagai perantara dua generasi, orangtua harus berperan aktif untuk mengajarkan hubungan interaktif antara anak-anak dengan kakek-neneknya. Berikan waktu khusus kepada anak-anak untuk bersama-sama dengan kakek-neneknya, dengan begitu kakek-nenek selalu merasa dilibatkan dalam mengasuh cucunya. Saat-saat seperti ini sebaiknya digunakan orangtua untuk membangun hubungan yang intim dalam keluarga.

Setidaknya keintiman hubungan antara tiga generasi ini, bisa memberi kesan yang baik yang selalu diingat anak-anak ketika sudah dewasa kelak. Bisa jadi pola hubungan kakek-nenek dengan cucu di masa depan tidak akan seperti saat ini. Seiring berubahnya waktu, kehangatan dan keintiman yang ditunjukkan anak-anak kepada kakek dan nenek sekarang ini, kelak tak akan bisa dirasakan kakek-nenek di masa yang akan datang.

Tips berbagi pola asuh kepada kakek-nenek tanpa menimbulkan perselisihan:

1. Ajak kakek-nenek berdiskusi mengenai pola asuh yang akan diterapkan dan tujuan pendidikan anak, misalnya kemandirian bagi si anak.

2. Setiap pasangan harus siap menjadikan sesuatu menjadi lebih baik, untuk itu harus ada pengorbanan dan keberanian berbicara kepada orang tua atau mertua. Tentu saja cara penyampaian pola asuh ini harus dengan baik-baik danrendah hati. Gunakan kata ‘mohon pertolongan’, karena secara pikologis maknanya kuat sekali.

3. Berikan paparan aturan dasar yang akan diterapkan pada seluruh anggota keluarga. Misalnya larangan menonton televisi selepas Magrib. Aturan tersebut harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga termasuk kakek-nenek.

4. Hindari membentak atau mendebat kakek-nenek. Kalaupun ada perselisihan, hendaknya dibicarakan tidak di dekat anak, karena anak merupakan pengamatyang sangat baik.

5. Untuk menghindari biang-biang perselisihan, sebaiknya membiasakan pertemuan yang teratur, sekedar menjaga keakraban. Misalnya makan malam bersama keluar.

6. Setiap pasangan hendaknya menyadari bahwa kakek-nenek adalah ”pelaku” sejarah keluarga yang dapat mewariskan nilai-nilai keluarga kepada para cucunya. Seperti menceritakan kisah-kisah masa lalu, menanamkan kebanggaan keluarga, dan meningkatkan pengetahuan anak tentang kebudayaan.

7. Dalam menghadapi kakek-nenek, hendaknya menyadari bahwa mereka adalah model bagi sang anak. Oleh karena itu bila ingin perlakuan yang baik dari anak-anak di masa tua, hendaknya memberikan mereka contoh yang baik.

8. Walapun ada perbedaan cara pengasuhan, tetap berikan waktu kepada kakek-nenek untuk mengasuh cucu-cucunya. Hal ini bukan saja hanya memberikan kebahagian bagi mereka yang sudah memasuki usia senja, namun juga bermanfaatbagi anak-anak.

---oOo---

Artikel: Kapan boleh bawa balita berenang?

Horee, ... Aku “Terbang” dalam Air!
Masih banyak orang tua takut mengajak bayi nyebur ke kolam renang. Padahal, bermain air sungguh oke!

Beberapa ahli seperti Laurie Lawrence , pelatih renang khusus bayi dari Amerika Serikat, maupun Huguette Harkins , pelatih renang bayi dari Melbourne, Australia, mengungkapkan betapa mudahnya mengajar renang pada bayi. Tak percaya kalau tak mencoba kan?

Bangun dulu kepercayaan
Sebenarnya, kunci utama dalam mengajar bayi berenang adalah si kecil harus benar-benar menikmati pengalaman pertamanya di kolam renang. Sebab, ada juga bayi yang langsung takut begitu tubuhnya menyentuh air. Dibandingkan air bak mandinya, jumlah air di kolam renang tentulah luar biasa banyaknya. Tapi, bukan berarti Anda harus khawatir atau ragu-ragu untuk memulainya.

Perhatikan sejumlah kiat berikut ini.

Pertama-tama, Anda sendiri harus tenang dulu. Setelah itu, barulah Anda bisa mulai memperkenalkan dunia yang sama sekali baru bagi bayi Anda. Yang pasti, jangan serba terburu-buru. Biarkan saja si kecil menikmati tetesan demi tetesan air mengalir di tubuhnya. Juga, asah kepekaan Anda biar bisa pas dengan keinginannya. Biasanya, suasana yang rileks (tidak tegang) plus segudang kreativitas bisa jadi ‘magnet' bagi si kecil untuk berlama-lama dalam air. Kalau ia sudah makin akrab dengan air, tidak sulit untuk mengajarinya berenang.

Sebagai catatan, kepercayaan penuh amat berperan di sini. Bagaimanapun, bayi Anda akan mempercayakan diri sepenuhnya pada orang yang mengajaknya masuk ke air. Jika orang itu adalah Anda, ayahnya, maka mau tidak mau Anda menanggung beban yang cukup berat. Karena, salah strategi akan fatal akibatnya. Bisa-bisa si kecil malah jadi trauma dan makin susah diajak berenang.

Setahap demi setahap Memperkenalkan dunia renang memang perlu dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan mengajak anak bermain air di pinggir kolam dulu. Pukul-pukulkan air. Kalau ia masih kelihatan takut-takut dengan cipratan air itu, jangan paksa dia. Agar keberaniannya terpupuk, sesekali biarkan air kolam terpercik di wajah mungilnya. Begitu si kecil terlihat agak berani, barulah Anda gendong masuk ke dalam kolam. Biarkan si kecil merasa aman dan juga makin dekat dengan Anda. Lalu, ajak bayi Anda memukul-mukul permukaan air. Dengan begitu, percikan-percikan air akan membasahi kalian berdua. Bila Anda gemar bernyanyi, pastilah akan semakin menyenangkan. Irama kecipak air dan suara nyanyian Anda bisa membuat si kecil enjoy dan senang.

Tahap selanjutnya adalah mengajarinya “melihat” dasar kolam. Ini memang tahap awal bagi si kecil untuk berani memasukkan kepalanya ke dalam air. Asal tahu saja, tahap ini perlu sebab ia harus menahan napas saat berenang kelak.

Ingat ya, setiap tahap ini berlangsung sangat individual. Bisa berlangsung cepat, hanya sekali dua kali. Akan tetapi, bisa pula sampai beberapa kali. Jadi, Anda harus belajar mengenali kemampuan si kecil dan juga perlu ekstra sabar.“Horeee… Aku bisa terbang” Nah, begitu kepercayaan diri si kecil sudahtumbuh, ajak bermain di air. Biarkan ia jadi pesawat yang sedang mengangkasa.

Caranya? Tengkurapkan si kecil. Sangga dadanya dengan telapak tangan kiri Anda, sementara perut dan kakinya dengan telapak tangan kanan. Pada awalnya, kedua siku lengan Anda sebaiknya agak menekuk dulu agar tubuhnya agak dekat dengan tubuh Anda. Dengan begitu, ia juga akan merasa aman. Katakan, “Horeee... Aku bisa terbang.”

Secara perlahan-lahan, agak rentangkan kedua lengan Anda. Jadi, bayi Anda seolah-seolah melayang sendiri di atas air. Dalam posisi seperti ini, ia bisa merasakan adanya tekanan dari air. Nah, kalau sudah lebih berani lagi, minta si kecil membentangkan kedua tangannya. Kali ini, katakan saja, “Horeee... Aku jadi pesawat terbang.”

Sebagai variasi, telentangkan si kecil di atas air. Caranya? Sangga bokong dan punggung dengan telapak tangan kiri, sementara sangga leher telapak tangan kanan. Biarkan ia tidur-tiduran selama beberapa waktu. Secara perlahan-lahan, lepaskan telapak tangan Anda yang menyangga bokong dan punggungnya. Dalam posisi ini, bayi Anda akan merasakan nikmatnya melayang di atas air.Bagaimana dengan kakinya? Biarkan kaki mungilnya bergerak sesukanya. Gerakan kaki yang “memukul-mukul” permukaan air seakan-akan jadibaling-baling yang mendorongnya bergerak maju di air.

Nah, kalau ia sudah pintar melayang di air, barulah Anda pegang keduatangannya sambil Anda berjalan mundur. Jika ini pun sudah dilakukannya dengan piawai, lepaskan si kecil dan biarkan dia berenang sendiri.

Bisa sehat, kuat plus pintar. Anda ingin si kecil gesit bak lumba-lumba? Jangan ambisius dulu, dong! Sebab, tak semua anak bisa dengan mudah melayang di air. Ini benar-benar sifatnya individual.Yang paling penting adalah bukan soal ia pintar berenang atau tidak,melainkan proses belajar dan gerakan-gerakan yang dilakukan ketika belajar berenang.

Yang pasti, gerakan yang dilakukan saat berenang akan memperlancar sirkulasi darah dan kerja organ-organ tubuhnya. Juga, otot-otot tubuhnya akan kian lentur dan kuat. Lalu, daya tahan tubuhnya jadi tinggi.

Lalu, berenang juga sarana tepat untuk membentuk kepribadian.Biasanya anak yang belajar berenang akan tumbuh jadi anak yang pede,bahagia, mandiri, dan gampang menyesuaikan diri. Bukan cuma itu. Bermain air betul-betul membuatnya gembira.

Keuntungan lain adalah, diduga gerakan anggota badan si kecil ketika berenang akan merangsang saraf-saraf tepinya. Kalau sudah begini,saraf di otak jadi aktif. Diharapkan, si kecil jadi lebih pintar deh. Dan yang paling penting adalah, kedekatan Anda dengan si kecil bisaterjalin kian erat. Semburan air dan canda ayah adalah kebahagiaan yang akan selalu melekat dalam ingatannya. Kalau berenang bersama si kecil memang begitu besar manfaatnya, mengapa Anda tidak mencobanya dari sekarang? Apalagi, olahraga ini memang relatif aman.

Ketika berenang, berat badannya tidak disangga oleh dirinya sendiri, melainkan diambil alih oleh air. Itu sebabnya, ia bisa melayang alias mengapung. Ayo, tunggu apa lagi?

Boks 1: Kapan Mulai?

Usia 4-6 bulan adalah saat tepat bagi bayi untuk mengenal kolam renang. Selain insting refleks akuatiknya (kemampuan untuk segera menarik napas sebelum menyentuh air) belum hilang, juga saat pas untuk melatih koordinasi gerakan otot-otot tubuhnya. Ia juga sudah punya naluri mengapung, selain sudah mampu mengatur napas.Yang penting, jangan paksa si kecil berenang. Meski secara alami sudahmahir menahan napas dalam air, umumnya ia akan terus menelan air. Juga, batasi waktunya hingga 10 menit saja, biar ia tidak sakit atau keracunan air(akibat terlalu banyak air atau kurang pembuangan cairan tubuh).

Begitu usianya menginjak 6-18 bulan bolehlah waktu berlatihnya ditambah jadi 15 menit. Kalau ia sudah lebih pintar, Anda dapat saja melonggarkan waktu berlatihnya jadi 30 menit.

Lalu, pada usia 6-10 bulan, bayi-bayi yang sudah mengenal air dengan baik sudah bisa belajar menahan napas dalam air. Dengan latihan rutin, pada usia 12 bulan biasanya ia sudah bisa dilepas selama beberapadetik untuk berenang dari ayah menuju ke ibu, atau sebaliknya.

Boks 2: 6 Langkah Wajib Menurut Laurie Lawrence, belajar berenang bukannya tanpa aturan.

Berikut 6 latihan yang harus dikuasai si kecil agar pintar berenang:
• Menahan napas.
• Berendam. Secara bertahap ditingkatkan dengan menyelam selama beberapa waktu. Dengan begitu, kemahiran menahan napasnya kian terlatih.
• Mengapung. Meski keterampilan ini secara alami telah dikuasai, namun Anda tetap perlu mengasahnya. Misalnya, dengan menelungkupkan tubuhnya.
• Mendorong tubuh, agar bisa meluncur ke depan.
• Membalikkan tubuh.
• Gabungan antara keterampilan mendorong tubuh dan membalikkan tubuh.

Boks 3: Sepele, tapi Perlu
• Pilih kolam renang. Jika mungkin, cari kolam renang yang kandungan kaporitnya tidak terlalu tinggi, agar mata anak tidak mudah perih.
• Perhatikan suhu air. Jika air kolam terlalu dingin (di daerah pegunungan misalnya), bisa mengganggu kegembiraan si kecil. Nah, suhu kolam yang paling nyaman untuk berenang sekitar 32- 33 ° C.
• Jangan lengah. Perhatikan terus gerakan anak Anda. Jangan lengah, walau sedetik saja.
• Perlu pengawas lain. Sebaiknya ibu atau orang dewasa lain juga ikut mengawasi di tepi kolam. Syukur jika ada lifeguard yang berjaga di seputar kolam.
• Waktu tepat untuk belajar renang sebaiknya pas pada jam biasanya iamandi, yakni pagi atau sore. Pada jam-jam itu tubuh si kecil terbiasa berada dalam air.
• Pakai baju renang. Sebaiknya, pilihlah celana renang khusus bayi agar si kecil nyaman dan leluasa menggerakkan tubuh.
• Pakai kacamata renang. Seringkali kolam renang mengandung kaporit tinggi, maka bujuk si kecil untuk memakai kacamata renang (google). Terlebih jika ia sudah mulai sering memasukkan kepalanya ke dalam air.
• Pagari kolam renang pribadi, agar si kecil tidak bisa masuk kolam sendirian.

Boks 4: Fun, Fun, and Fun
Terlalu banyak menelan air atau muntah karena ketakutan, biasanya membuat si kecil kapok nyebur ke kolam renang. Kalau sudah begini, acara belajar renang jadi momok bagi si kecil. Jadi, kalau tiba-tiba ia menangis ketakutan mendengar kata renang, bisa jadi ini karena si kecil agak trauma dengan latihannya. Terpaksa hentikan dulu latihan sementara waktu. Beberapa minggu kemudian bolehlah ia diajak ke kolam lagi. Lebih bagus lagi jika suasana hatinya sedang gembira. Bagaimanapun, berenang harus dilakukan dengan gembira, gembira, dan gembira...

Video clip perkembangan janin (9 months)

Song of today :



Faye Wong - Eyes on Me