Google

Welcome Note

This site/blog will tell the world more about my lovely son, named Agus Surya Yoewira or Yoe Wen Yang (his Chinese name). Beside uploading his photos and stories, I will also quote nice, spiritual and touching stories or articles from other resources. Hope this site/blog will be inspiring and useful for other moms in this world.
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)

MY OATH TO YOU

When you are sad, ………………. I will dry your tears
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.


FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Surya's reply :-D

Every love that you've been given to me
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......

LOVE YOU, MOMMY.... !!!

Surya's Slide Show! (new born until 2 years old)

What Agussuryayoewira Means
You are usually the best at everything ... you strive for perfection.
You are confident, authoritative, and aggressive.
You have the classic “Type A” personality.

You are deeply philosophical and thoughtful. You tend to analyze every aspect of your life.
You are intuitive, brilliant, and quite introverted. You value your time alone.
Often times, you are grumpy with other people. You don't appreciate them trying to interfere in your affairs.

You are a very lucky person. Things just always seem to go your way.
And because you're so lucky, you don't really have a lot of worries. You just hope for the best in life.
You're sometimes a little guilty of being greedy. Spread your luck around a little to people who need it.

You are the total package - suave, sexy, smart, and strong.
You have the whole world under your spell, and you can influence almost everyone you know.
You don't always resist your urges to crush the weak. Just remember, they don't have as much going for them as you do.

You are wild, crazy, and a huge rebel. You're always up to something.
You have a ton of energy, and most people can't handle you. You're very intense.
You definitely are a handful, and you're likely to get in trouble. But your kind of trouble is a lot of fun.

You are a free spirit, and you resent anyone who tries to fence you in.
You are unpredictable, adventurous, and always a little surprising.
You may miss out by not settling down, but you're too busy having fun to care.

You are well rounded, with a complete perspective on life.
You are solid and dependable. You are loyal, and people can count on you.
At times, you can be a bit too serious. You tend to put too much pressure on yourself.

You are friendly, charming, and warm. You get along with almost everyone.
You work hard not to rock the boat. Your easy going attitude brings people together.
At times, you can be a little flaky and irresponsible. But for the important things, you pull it together.

You are very charming... dangerously so. You have the potential to break a lot of hearts.
You know how what you want, how to get it, and that you will get it.
You have the power to rule the world. Let's hope you're a benevolent dictator!

You tend to be pretty tightly wound. It's easy to get you excited... which can be a good or bad thing.
You have a lot of enthusiasm, but it fades rather quickly. You don't stick with any one thing for very long.
You have the drive to accomplish a lot in a short amount of time. Your biggest problem is making sure you finish the projects you start.

Foto-foto terbaru mereka berdua





























Happy 1st month of Luna





16 Sep 2009: Luna hari ini persis umur 1 bln, tidak digundul seperti koko Surya jadi cuman dipotong dikit2 alias dirapikan... Tidak ada acara khusus, hanya bagi2 kue manyekan. Yang keluarga dapat spiku bulat, sedangkan teman2 mama dapat suvenir makanya ada 2 foto kue manyekan :) Kali ini mama tidak sempat berpose bareng Luna karena sibuk dari pagi bagi-bagi kue, belum lagi mama gak sempat dandan, tidak ada asisten/suster; selain itu koko Surya sedang sakit radang tenggorokan (agak panas) sehingga mama tidak ingat utk berpose bersama. Ntar ya kalau papa mama ada kesempatan kita foto berempat di studio buat kenang2an. OK Luna, cepat besar dan sehat2 terus ya...

We love u full, our beloved daughter and sister. GBU now and forever!!!

LUNA AGUSTIN YOEWIRA

Karena mama belum buatin blog buat adik Surya, sementara mama titipin di blog nya Surya dulu ya.... (kebetulan tanggal lahir nya sama)

Dibawah ini adalah foto-foto adik Surya, dilahirkan di usia 37 minggu (8 bln lebih seminggu) karena tekanan darah mama naik terus... Padahal seharusnya prediksi kelahiran adik/meme Luna adalah 2-9 Sep dan mama sudah memilih tanggal 09 Sep 2009 (09/09/09), ternyata Tuhan berkehendak lain. Mama tidak menyesal karena meme Luna lahir dengan selamat dan sehat walaupun hanya 2.4 kg panjang 47 cm.
Dipilih nama Luna yang artinya bulan biar sepasang dengan Surya, spt harapan papa mama agar kalian berdua selalu rukun dan saling menyayangi sampai kakek nenek.

Saat mama menuliskan blog ini (12 Sep), berat meme udah 3.4 kg dan panjang 50 cm, tambah tembem tuh pipinya, hehe...

Foto diatas diambil saat berumur 2 hari, tgl 18 Aug 2009 di Rumah Sakit


Foto diatas saat berumur 2 minggu, berat 2.8 kg.


Foto ini saat berusia 3 minggu, berat: 3.3 kg

Surya berumur 3 tahun

16 Aug 2009

Hari ini Surya tepat berusia 3 tahun... Tahun ini tidak ada perayaan buat Surya karena bersamaan dengan mama melahirkan adik Surya, ntar kalau Ultah bebarengan ya, hehe...

Adik Surya dilahirkan lebih cepat karena tensi mama meninggi terus, istilah kedokterannya Pre-eklamsia... pas di dalam ruang operasi tensi mama udah di 190/120. Seharusnya tanggal 31 Juli sudah diminta dikeluarkan karena saat itu tensi sudah menunjukkan 170/110 tetapi mama yang nawar utk istirahat di rumah dengan minum obat. Alasan lain juga karena belum handover pekerjaan.
Tanggal 10 Aug mama akhirnya udah mengajukan cuti melahirkan... Sengaja mama milih tanggal sama dengan Surya biar adik di dalam kandungan mama lebih matang, selain itu tanggal 17 Aug dokter kandungan mama udah berangkat Umroh selama 10 hari. Ketimbang dipertahankan sampai 9 bulan malah membahayakan mama dan adik, maka adik dikeluarkan terlebih dulu (lagipula menurut dokter, adik tidak bisa berkembang lagi krn ada penyumbatan darah ke plasenta)

Walaupun ultah Surya tidak dirayakan, tapi pas malam tante Lili besuk di RS membawakan Surya kue tart kecil... Surya tiup lilin di RS lalu kue nya dibagi-bagikan :) Foto-fotonya spt dibawah ini.




Perkembangan Surya lumayan ada kemajuan sejak sekolah. Sekarang udah tidak malu-malu lagi, udah mau salaman, bisa menyanyi dan bergaya, hehe... Lagu yg dia bisa: Topi saya bundar, Aku seorang kapiten, Balonku, Naik Becak, Kereta Api, Happy Ya Ya Ya... dan lagu lainnya walaupun kadang diambil bagian belakangnya aja.

Di sekolah Surya juga diajari macam-macam tepuk (spt tepuk Barongsai, tepuk Anak Pintar, tepuk Boneka & tepuk Jesus) dan Surya hafal semuanya...

Tapi kalau Surya lagi gak mood, dia hanya bergaya aja atau bertepuk tangan tapi mulutnya diam; orang lain yang disuruh nyanyi.

Nulis juga bisa, yang paling bagus nulis huruf "A" dan angka "1-3 dan 10". Angka lainnya masih miring-miring. Trus Surya juga udah mulai menggambar, walaupun tidak persis spt ikan, dia tau letak mulut, mata dan ekor. Jadi di depan mulut dia beri titik titik menunjukkan makanannya. Kesukaannya dari dulu ikan :) Kegemaran lain adalah melihat kura-kura dan patung-patung di jalan seperti patung ikan dan buaya di dekat monumen Kapal Selam di dekat Plaza Surabaya. Oh ya Surya kalau ngucapin kura-kura jelas sekali loh huruf "r" nya...

Makan masih susah, berat sekarang 16 kg. Pas Surya menjenguk mama di Rumah Sakit juga lagi sakit radang tenggorokan jadinya keliatan lebih kurus lagi. Surya kalau sakit langsung turun berat badannya.

Mengenai kecemburuan pada adik belum ada... karena belum ngerti deh ya...

Update mama cuman sedikit, ntar deh kalau mama ingat lagi akan mama tuliskan.

God bless u always, my beloved son !

KUALITAS SEBUAH PENSIL

Seorang cucu bertanya kepada neneknya yang sedang menulis dengan mempergunakan pensil.

Sang cucu bertanya : "Nenek lagi menulis tentang aku ya atau tentang pengalaman kita ?"

Mendengar pertanyaan cucunya, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai.""Nenek berharap kamu bisa seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar sang nenek.

Mendengar jawaban itu, si cucu kemudian melihat pensil yang dipakai neneknya dan bertanya kembali kepada si nenek karena dia tidak melihat ada yang istimewa dari pensil yang dipakai neneknya."Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya dan tidak ada yang istimewa." ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."

"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa kamu contoh untuk membuat hidupmu selalu bahagia kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu didalam hidupmu."

Si nenek kemudian menjelaskan ke - 5 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengajarkan kamu bahwa kamu bisa berbuat hal-hal yang hebat dalam hidupmu. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, dia tidak bisa bergerak dan menghasilkan karya dengan sendirinya. Kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang memegang dan selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadangkala harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita...Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan dalam bentuk pergumulan untuk menajamkan serta membuatmu terus bertumbuh sehingga menghasilkan kualitas yang lebih bagus karena proses tersebut akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus untuk memperbaiki yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantumu menjadi lebih baik dan tetap berada pada jalan yang benar".>

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan bagian dalamnya yaitu arang yang ada didalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, jagalah selalu hatimu, karena dari dalam hatimu akan terpancar kualitas kehidupanmu.

"Kualitas kelima, sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan tanda, entah itu baik atau jahat. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan menjaga semua tindakan yang kamu lakukan".

Sumber: Anonymous

"20 tahun dari sekarang, anda akan lebih kecewa terhadap hal-hal yang tidak anda lakukan, daripada hal-hal yang telah anda lakukan !! ""Angkatlah jangkar, Berlayarlah dari pelabuhan rasa aman. "Songsonglah Angin Perubahan, Jelajahi Kesempatan, Impikan Keberhasilan, Wujudkan Harapan, Temukan ...! "PILIH MENJADI PEMENANG (Winner) !!" ---- Mark Twain -----

Stop Using Autism on our daily jokes

From FB Women Community

(PLEASE READ & FORWARD, this is very IMPORTANT for those of you who has few knowledge about Autism)

Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.

Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…

Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.

Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.

Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!
Oh… My… God!!! *panik*

Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… :(( :(( :(( AAAAAARRRRGGGHHHH…

Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((

Aku menjerit sekencang-kencangnya… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku. AKU PINGSAN!!!

* * *

Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku. Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…

Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.

Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”

Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN.

* * *

Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.

Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.

So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka.Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.

Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.

Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe” Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*

Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.

Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.

=Written by A mother of an Authistic Child=SiLLy

Selamat Hari Anak Nasional 2009

Hari anak nasional jatuh pada tanggal 23 Juli 2009...

Hari anak nasional pertama kali dicanangkan pada 23 Juli tahun 1986 oleh Alm. mantan Presiden Soeharto. Pak Harto waktu itu berharap, ini menjadi awal kunci kemajuan bangsa. Karena anak-anak adalah asset pembangunan dimasa depan.


Berbicara tentang Hari Anak Nasional itu sendiri, masih memprihatinkan kita karena banyak sekali anak yang tidak tahu tentang ini jika ditanya. Bahkan mereka lebih hafal hari kartini atau hari ibu, ketimbang hari yang dikhususkan untuk mereka. Bahkan terkadang ada juga diantara kita yang tidak tahu bahwa ada hari khusus untuk anak. Sosialisasi dan perhatian bisa diberikan kepada anak-anak dengan menggelar permainan atau acara-acara khusus, termasuk kepada anak jalanan. Merangkul mereka dalam pendidikan, menjauhkannya dari tindak kekerasan dan juga eksploitasi pekerja anak..

kepedulian pada anak bukan hanya dilakukan pada saat moment ini saja, tapi harus ada hasil yang dapat dinikmati anak-anak itu sendiri. Anak-anak harus mendapatkan kehidupan yang layak bagi perkembangan pisik, mental dan spiritual. Bagi orang tua, coba dengar keinginan-keinginan anak dan coba diberikan/diwujudka n keinginannya. Sehingga anak merasa aman dan nyaman dengan lingkungannya. Mari kita wujudakan keinginan anak-anak Indonesia.


Berikan apa yang bisa anda berikan terhadap anak-anak yang ada dirumah anda, lingkungan, jalanan atau dimana saja. Misalnya; anda beli buku lalu berikan kepada anak-anak disekitar anda, atau luangkan waktu anda untuk menghibur mereka.

Sekecil apapun yang kita lakukan untuk mereka, akan membuat mereka nyaman dan tersenyum bahagia.

Selamat Hari Anak Nasional 2009

How children become bilingual so easily

Unraveling how children become bilingual so easily

By LAURAN NEERGAARD, AP Medical Writer Lauran Neergaard, Ap Medical Writer – Tue Jul 21, 3:08 am ET

WASHINGTON – The best time to learn a foreign language: Between birth and age 7. Missed that window?

New research is showing just how children's brains can become bilingual so easily, findings that scientists hope eventually could help the rest of us learn a new language a bit easier.
"We think the magic that kids apply to this learning situation, some of the principles, can be imported into learning programs for adults," says Dr. Patricia Kuhl of the University of Washington, who is part of an international team now trying to turn those lessons into more teachable technology.

Each language uses a unique set of sounds. Scientists now know babies are born with the ability to distinguish all of them, but that ability starts weakening even before they start talking, by the first birthday.

Kuhl offers an example: Japanese doesn't distinguish between the "L" and "R" sounds of English — "rake" and "lake" would sound the same. Her team proved that a 7-month-old in Tokyo and a 7-month-old in Seattle respond equally well to those different sounds. But by 11 months, the Japanese infant had lost a lot of that ability.

Time out — how do you test a baby? By tracking eye gaze. Make a fun toy appear on one side or the other whenever there's a particular sound. The baby quickly learns to look on that side whenever he or she hears a brand-new but similar sound. Noninvasive brain scans document how the brain is processing and imprinting language.

Mastering your dominant language gets in the way of learning a second, less familiar one, Kuhl's research suggests. The brain tunes out sounds that don't fit.

"You're building a brain architecture that's a perfect fit for Japanese or English or French," whatever is native, Kuhl explains — or, if you're a lucky baby, a brain with two sets of neural circuits dedicated to two languages.

It's remarkable that babies being raised bilingual — by simply speaking to them in two languages — can learn both in the time it takes most babies to learn one. On average, monolingual and bilingual babies start talking around age 1 and can say about 50 words by 18 months.

Italian researchers wondered why there wasn't a delay, and reported this month in the journal Science that being bilingual seems to make the brain more flexible.

The researchers tested 44 12-month-olds to see how they recognized three-syllable patterns — nonsense words, just to test sound learning. Sure enough, gaze-tracking showed the bilingual babies learned two kinds of patterns at the same time — like lo-ba-lo or lo-lo-ba — while the one-language babies learned only one, concluded Agnes Melinda Kovacs of Italy's International School for Advanced Studies.

While new language learning is easiest by age 7, the ability markedly declines after puberty.
"We're seeing the brain as more plastic and ready to create new circuits before than after puberty," Kuhl says. As an adult, "it's a totally different process. You won't learn it in the same way. You won't become (as good as) a native speaker."

Yet a soon-to-be-released survey from the Center for Applied Linguistics, a nonprofit organization that researches language issues, shows U.S. elementary schools cut back on foreign language instruction over the last decade. About a quarter of public elementary schools were teaching foreign languages in 1997, but just 15 percent last year, say preliminary results posted on the center's Web site.

What might help people who missed their childhood window? Baby brains need personal interaction to soak in a new language — TV or CDs alone don't work. So researchers are improving the technology that adults tend to use for language learning, to make it more social and possibly tap brain circuitry that tots would use.

Recall that Japanese "L" and "R" difficulty? Kuhl and scientists at Tokyo Denki University and the University of Minnesota helped develop a computer language program that pictures people speaking in "motherese," the slow exaggeration of sounds that parents use with babies.

Japanese college students who'd had little exposure to spoken English underwent 12 sessions listening to exaggerated "Ls" and "Rs" while watching the computerized instructor's face pronounce English words. Brain scans — a hair dryer-looking device called MEG, for magnetoencephalography — that measure millisecond-by-millisecond activity showed the students could better distinguish between those alien English sounds. And they pronounced them better, too, the team reported in the journal Neuro Image.

"It's our very first, preliminary crude attempt but the gains were phenomenal," says Kuhl.

But she'd rather see parents follow biology and expose youngsters early. If you speak a second language, speak it at home. Or find a play group or caregiver where your child can hear another language regularly.

"You'll be surprised," Kuhl says. "They do seem to pick it up like sponges."
___
EDITOR's NOTE — Lauran Neergaard covers health and medical issues for The Associated Press in Washington.

Surya Yoewira Look-alike Meter

Video clip perkembangan janin (9 months)

Song of today :



Ruth Sahanaya - Ku Mau Bercahaya