Google

Welcome Note

This site/blog will tell the world more about my lovely son, named Agus Surya Yoewira or Yoe Wen Yang (his Chinese name). Beside uploading his photos and stories, I will also quote nice, spiritual and touching stories or articles from other resources. Hope this site/blog will be inspiring and useful for other moms in this world.
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)

MY OATH TO YOU

When you are sad, ………………. I will dry your tears
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.


FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Surya's reply :-D

Every love that you've been given to me
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......

LOVE YOU, MOMMY.... !!!

Surya's Slide Show! (new born until 2 years old)

Mengenal Jangkar Emosi kehidupan kita

Pernahkah kita teringat akan kejadian sesuatu tatkala melihat sesuatu benda?
Pernahkah kita menangis tatkala hanya melihat sebuah batu karena batu tersebut mengingatkan kita kepada seseorang?

Sahabat, Inilah yang dikenal sebagai jangkar emosi atau anchor kalau dalam NLP, yaitu Benda, lagu atau sesuatu apapun itu yang jika kita mengakses sesuatu tersebut maka kita akan teringat sama suatu peristiwa.

Mengapa hal ini bisa terjadi?
Setelah melalui penelitian yang mendalam oleh para pakar ilmu otak, ternyata ketika kita berbicara,berjalan, berdiskusi ataupun melakukan aktifitas yang lain; maka yang bekerja bukan saja alam sadar kita semata namun alam bawah sadar juga ikut bekerja. Alam bawah sadar melalui soft sense kita merekam benda, sesuatu yang menjadi object latar sebuah peristiwa.

Object ini bisa jadi sebuah benda, suara latar atau apapun. Yang tanpa sengaja tatkala kita mengakses object itu kembali maka alam bawah sadar akan membawa diri kita kepada suasana kejadian terjadi.

Contoh mudah dari anchor adalah lagu kenangan. Pernah suatu orientasi suatu organisasi, kami para panitia memutarkan satu buah lagu yang diulang-ulang terus menerus selama dua hari acara orientasi itu berlangsung.

Setelah tiga tahun orientasi tersebut berlalu, saya dengan sengaja memutarkan lagu tersebut pada saat acara reuni. Hasilnya hampir semuanya mengomentari lagu itu dan mengasosiasikannya dengan peristiwa orientasi yang telah berlalu 3 tahun silam. Ada yang teringat masa-masa kebersamaan. Ada yang teringat tentang seniornya yang cerewet dan kegatelan. Serta kenangan-kenangan yang lainnya dari para peserta perlahan demi perlahan terbuka kembali.

Lalu apa sih gunanya kita mengenal jangkar emosi ini?
Kegunaan jangkar emosi banyak sekali, selain sebagai salah satu cara untuk meremind kembali suatu informasi, jangkar emosi(anchoring) berguna juga untuk mengatasi trauma. Selain itu, setelah kita mengetahui jangkar emosi, setidaknya kita mulai harus waspada dengan segala aktifitas negatif yang kita lakukan. Karena baik kejadian yang positif maupun negatif pasti akan meninggalkan jangkar emosi dalam fikiran kita.

Setelah kita mengetahui jangkar emosi ini barulah kita fahami mengapa suami istri dilarang keras untuk berantem, ribut dan bertengkar di kamar tidur bahkan di rumah mereka.

Karena tatkala sepasang suami istri bertengkar di kamar tidur maka alam bawah sadar akan merekam bangunan, benda atau apapun yang ada di kamar tidur lalu mengasosiasikan sebagai jangkar emosi mereka akan peristiwa pertengkaran tersebut. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab hawa kamar tidur dan rumah tersebut menjadi tidak nyaman lagi. Karena ketika mereka masuk ke kamar tidur, alam bawah sadar tetap menyimpan kenangan buruk berupa pertengkaran tersebut dalam benda- benda dan bangunan yang ada di dalam rumah.

Setelah kita mengetahui jangkar emosi ini maka ada baiknya kita (terutama yang sudah menikah) mulai berhati-hati dengan apa yang kita lakukan. Karena bisa jadi ketika kita melakukan perbuatan buruk dan tanpa sengaja alam bawah sadar mengasosiasikan perbuatan buruk tersebut pada sesuatu benda, maka hal tersebut akan menjadi permanen dalam kehidupan kita.

Semoga bermanfaat!

No comments:

Video clip perkembangan janin (9 months)

Song of today :



Faye Wong - Eyes on Me