Google

Welcome Note

This site/blog will tell the world more about my lovely son, named Agus Surya Yoewira or Yoe Wen Yang (his Chinese name). Beside uploading his photos and stories, I will also quote nice, spiritual and touching stories or articles from other resources. Hope this site/blog will be inspiring and useful for other moms in this world.
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)

MY OATH TO YOU

When you are sad, ………………. I will dry your tears
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.


FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Surya's reply :-D

Every love that you've been given to me
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......

LOVE YOU, MOMMY.... !!!

Surya's Slide Show! (new born until 2 years old)

Reflection

RENUNGAN

Alkisah ada seorang pria yang sangat pandai melukis. Pada suatu hari di negaranya diadakan pertandingan melukis, anak ini ikut dalam pertandingan tersebut karena jika ia menang, ia akan diangkat menjadi pejabat tinggi pemerintah. Pada pertandingan itu, semua peserta ditugaskan melukis seekor ular, dengan criteria penilaian lukisan harus semirip mungkin dengan ular sesungguhnya dan secepat mungkin menyelesaikan lukisan.

Maka pada hari pertandingan, si anak itu sudah hadir di lapangan pertandingan, siap dengan semua alat lukisnya. Ketika aba-aba diberika, semua peserta serentak mulai melukis. Tak lama kemudian si anak itu selesai melukis seekor ular yang sangat mirip, begitu hidup lukisannya.

Pria itu kemudian mendongakkan kepalanya, dilihatnya semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka, maka ia kemudian menambahkan empat buah kaki di ular lukisannya, sehingga ularnya semakin garang, ditambahkannya tanduk di atas kepala ular, diberinya lidah api menyembur keluar dari mulut ular tersebut.

Ketika si pria menyerahkan lukisannya itu ke panitia penilai, semua peserta lain belum menyelesaikan tugas mereka. Sore hari itu juga pemenang pertandingan diumumkan, pemenangnya adalah seorang dari desa lain yang melukis seekor ular kurus yang pucat dan terlihat lemas, sedangkan lukisan pria yang sangat pandai itu dinyatakan di-diskualifikasi, walaupun dia adalah orang pertama yang menyelesaikan tugas. Panitia memutuskan lukisannya bukanlah ular, tetapi seekor naga.

Dalam kehidupan kita, sering sekali kita juga terjebak dalam kegiatan seperti pria tersebut, kita menambahkan hal-hal yang kurang perlu dalam aktifitas dan pekerjaan kita sehingga kita tidak dapat meraih predikat juara.


Kadang kita melontarkan kalimat yang menyakitkan orang lain, kadang kita mudah tersinggung, kadang kita terlalu bertele-tele ketika memberikan pendelegasian, kadang kita dikurung dalam berbagai praduga, curiga dan kurang percaya, kadang emosi kita terbawa dalam pekerjaan, dan semua itu menyebabkan karya kita bukan lagi lukisan seekor ular, melainkan seekor naga yang menyemburkan api dalam mulutnya.

No comments:

Video clip perkembangan janin (9 months)

Song of today :



Faye Wong - Eyes on Me