Google

Welcome Note

This site/blog will tell the world more about my lovely son, named Agus Surya Yoewira or Yoe Wen Yang (his Chinese name). Beside uploading his photos and stories, I will also quote nice, spiritual and touching stories or articles from other resources. Hope this site/blog will be inspiring and useful for other moms in this world.
(Indonesian: Site/blog ini kupersembahkan oentoek putraku terkasih, Agus Surya Yoewira/Wen Yang. Walaupun tidak detail amat, akan selalu kutuliskan perkembangan dia baik melalui tulisan, cerita atau foto-foto. Selain itu ada macam-macam puisi, tantra, kalimat indah dan artikel-artikel yang semoga dapat berguna dan menjadi inspirasi bagi yang membacanya)

MY OATH TO YOU

When you are sad, ………………. I will dry your tears
When you are scared, …………….. I will comfort your fears
When you are worried, …………… I will give you hope
When you are confused, ………….. I will help you cope
And when you are lost, …………… and cant’t see the light, I shall be your beacon….Shining ever so bright.
This is my oath………… I pledge till the end. Why you may ask? ……………… Because you’re my son.


FAMILY = (F)ATHER (A)ND (M)OTHER (I) (L)OVE (Y)OU

Surya's reply :-D

Every love that you've been given to me
will never ever go away
coz your loves are
my spirit .......
my light ........
my destination ......
my guide ...........
and
my everything......

LOVE YOU, MOMMY.... !!!

Surya's Slide Show! (new born until 2 years old)

Cerita Motivasi/Classical Motivation Story (part 2 of 4)

Gagal dan Bangkit Lagi (shi bai zai xhan qi lai)

Pada suatu sore, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan, dan frustasi yang menggantung. Dia terlihat berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu. Sebentar-sebentar, ia terduduk dan menghela nafas panjang. Kegiatan itu diulangnya berkali-kali, seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.

Saat pikirannya sedang menerawang entah kemana, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat ia duduk. Dengan perasaan kesal, ia pun kemudian iseng mengambil sebatang ranting dan menumpahkan rasa kekesalannya pada sarang laba-laba itu. Maka, sarang itu pun dirusak tanpa ampun.

Seusai melepaskan kejengkelannya, perhatian pemuda itu teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati, dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya? Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit, atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain? Rasa penasaran itu rupanya segera mendapatkan jawaban. Tak lama, si laba-laba tampak kembali ke tempatnya merayap-merajut-melompat. Setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan tanpa kenal lelah laba-laba itu kembali menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.

Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh untuk memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas namun penuh rasa ingin tahu, diamati ulah si laba-laba. Apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah sarangnya dirusak untuk kedua kalinya?

Ternyata, untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya, kembali memulai dari awal. Dengan bersemangat merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, laba-laba itu memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.

Setelah melihat dan mengamati ulah laba-laba tersebut dalam membangun sarang yang telah hancur untuk ketiga kalinya, saat itulah si pemuda mendadak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil, dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, telah membuka kesadaran si pemuda.

Hal ini menimbulkan perasaan malu dirinya. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu dengan hati dan perasaan gundah karena dia baru saja mengalami satu kali kegagalan! Maka, melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati, “Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setia kegagalan yang menghadang, seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!” Segera, si pemuda bangkit dan bertekad kuat untuk bekerja lebih giat lagi. Bila perlu, dia akan memulai dari awal lagi, tanpa putus asa.

Pembaca yang berbahagia,
Mengalami kegagalan bukan berarti kita harus menyerah, apalagi putus asa. Sebab, sebenarnya dengan kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari hari kemarin. Melalui kegagalanlah kita bisa mengevaluasi setiap langkah yang telah kita lakukan. Dengan begitu, kita akan tahu hal apa saja yang perlu diperbaiki dan tahu di mana saja kesalahan yang telah kita perbuat untuk tidak mengulanginya. Hal itu akan mendasari langkah kita ke depan menjadi lebih baik.

Kegagalan harusnya mulai kita pandang dari sudut yang berbeda. Kita gagal bukan berarti kita tidak sukses, melainkan kita belum sukses. Seperti kata pepatah yang sering kita dengar: shi bai shi cheng gong de guo cheng, kegagalan adalah bagian kecil dari proses sebuah kesuksesan atau kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Kegagalan yang kita alami justru merupakan sarana menimba pengalaman dan sarana belajar untuk mencapai kesuksesan yang kita inginkan.

Selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk dicapai, tidak pantas kita patah semangat di tengah jalan. Pada kenyataannya, tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan.

Jangan takut gagal! Siap bangkit! Raih Kesuksesan!

English:

Fail & Fight Again

One fine afternoon, there was a young man in a park. We could clearly see sadness, disappointment, and frustration on his face. He walked slowly with his head down. Occasionally, he would sit down and sigh many times, as if he did not know what to do.

When his mind was somewhere in the clouds, suddenly his eyes caught a movement in the branches nearby. A spider was making its web there. Being very upset, this idle man took a twig. He destroyed the spider web without mercy to let out his frustrated feelings.

Afterwards, he focused his attention to see what the spider would do. Deep in his heart, he wanted to know the spider’s next move. Would the spider run hurriedly away or would it make a new web somewhere else? His curiosity soon got the answer. Soon the spider returned to its previous place, starting to repeat the same activities: crawling, spinning, and jumping. It spun every single thread from the very beginning. Each time, the web got wider and wider. The spider worked tirelessly until a new web came into being.

The young man watched the spider working vigorously repairing and making its new web. Then again, he destroyed this second web. Feeling satisfied but full of curiosity, he sat and watched the spider’s reaction. What would it do after its web was destroyed for the second time?

For the third time, the spider repeated its activities from the very beginning – vigorously it crawled, spun, and jumped. With every single thread produced from its body, the spider spun a new web bit by bit.

The young man watched and observed the spider building its third web. But suddenly a thought struck him! No matter how many times he had destroyed and ruined the web, the spider would build it again. The spirit of this very small creature working tirelessly opened his mind.

It brought a feeling of embarrassment to his heart. There he was in the park – feeling depressed and restless after just one failure. So, having seen what the spider did, he promised himself, “It is not proper for me to complain and feel desperate just because I have failed this time. I must stand up again. I must strive and be ready to overcome any failure I face, like this tiny spirited spider which built up its new web every time the web was destroyed.” The young man immediately stood up, and made a resolution to work harder. If necessary, he would start again from the very beginning. Never give up!

Dear Happy Readers,


Having a failure in our life does not mean that we have to give up, feeling desperate. In fact, every failure gives us an opportunity to introspect and to try harder than before. Through a failure, we can evaluate every step we have made. That way, we know what needs improvement and what to do in order to avoid doing the same mistake. This is going to be the base of our better steps in the future.

We must see failures from a different point of view. When we fail, it does not mean that we are not successful. We are just not successful yet. Like a saying we often hear shi bai shi cheng gong de guo cheng, a failure is a small part of the process of success, or a failure is delayed success.

The failure we have is actually a means to get an experience and to learn how to reach the success we want.

As long as we still keep our exciting goal in mind, we should not stop half way. In reality, there is no real success achieved without any failure.

Dare to fail! Be ready to stand up! Reach the success!


Source: 18 wisdom & success - by Andrie Wongso

No comments:

Video clip perkembangan janin (9 months)

Song of today :



Faye Wong - Eyes on Me